Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pertumbuhan Ekonomi Batam Ungguli Kepri dan Nasional

Ekonomi Batam tumbuh 7,28% pada triwulan kedua 2026, lebih tinggi dibanding Kepri dan nasional, menunjukkan dominasi sektor industri dan investasi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 8 September 2026, 15.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Pertumbuhan Ekonomi Batam Ungguli Kepri dan Nasional
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Ekonomi Batam pada triwulan II-2026 mencatatkan pertumbuhan sebesar 7,28% secara tahunan, melampaui capaian wilayah Kepulauan Riau sebesar 6,99% dan rata-rata nasional 5,29%. Angka ini menempatkan Batam sebagai kota dengan laju pertumbuhan terbaik di antara kabupaten/kota di Kepri, sekaligus menegaskan perannya sebagai pusat ekonomi berbasis industri, perdagangan, jasa, dan investasi. Kinerja ekonomi yang kuat ini menjadi bukti konsistensi kebijakan yang mendorong iklim usaha yang kondusif dan berkelanjutan.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa pencapaian ini adalah hasil kolaborasi lintas sektor dan komitmen tinggi dari pemerintah daerah, pelaku usaha, serta stakeholder terkait. Ia menekankan pentingnya menjaga momentum pertumbuhan dengan mempercepat layanan publik, meningkatkan kualitas infrastruktur, serta memperkuat daya saing iklim investasi. “Kepercayaan dunia usaha terhadap Batam terus berkembang, dan tugas kita adalah memastikan bahwa pertumbuhan itu berkelanjutan dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menyoroti bahwa pertumbuhan ekonomi harus diikuti dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Ia menekankan bahwa keberhasilan ekonomi diukur bukan hanya dari angka pertumbuhan, tetapi dari penciptaan lapangan kerja, pemerataan peluang usaha, dan akses terhadap layanan dasar. Prioritas pemerintah akan terus difokuskan pada perbaikan air bersih, transportasi publik, serta pengembangan infrastruktur perkotaan yang mendukung kualitas hidup warga.

Di sisi lain, Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, menegaskan bahwa investasi harus bertransformasi dari komitmen menjadi realisasi nyata. Ia menekankan bahwa keberhasilan investasi dinilai dari kecepatan realisasi proyek, nilai tambah yang dihasilkan, dan jumlah tenaga kerja yang terserap. BP Batam akan terus mendorong investasi berkualitas di sektor manufaktur maju, data center, ekonomi digital, energi terbarukan, serta logistik, sebagai bagian dari strategi memposisikan Batam sebagai pusat ekonomi digital dan industri Asia Tenggara yang berkelanjutan.

Pertumbuhan 7,28% bukan hanya angka, melainkan indikator kualitas ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Target jangka panjang BP Batam adalah mewujudkan pertumbuhan yang tidak hanya tinggi, tetapi juga membawa manfaat luas bagi seluruh lapisan masyarakat. Dengan pendekatan yang berbasis pada hasil nyata dan keberlanjutan, Batam berkomitmen untuk menjadi model kota maju yang mampu menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan kesejahteraan sosial.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya