Pertumbuhan Ekonomi Batam Ungguli Kepri dan Nasional
Ekonomi Batam tumbuh 7,28% pada triwulan kedua 2026, lebih tinggi dibanding Kepri dan nasional, menunjukkan dominasi sektor industri dan investasi.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 8 September 2026, 15.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Ekonomi Batam pada triwulan II-2026 mencatatkan pertumbuhan sebesar 7,28% secara tahunan, melampaui capaian wilayah Kepulauan Riau sebesar 6,99% dan rata-rata nasional 5,29%. Angka ini menempatkan Batam sebagai kota dengan laju pertumbuhan terbaik di antara kabupaten/kota di Kepri, sekaligus menegaskan perannya sebagai pusat ekonomi berbasis industri, perdagangan, jasa, dan investasi. Kinerja ekonomi yang kuat ini menjadi bukti konsistensi kebijakan yang mendorong iklim usaha yang kondusif dan berkelanjutan.
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa pencapaian ini adalah hasil kolaborasi lintas sektor dan komitmen tinggi dari pemerintah daerah, pelaku usaha, serta stakeholder terkait. Ia menekankan pentingnya menjaga momentum pertumbuhan dengan mempercepat layanan publik, meningkatkan kualitas infrastruktur, serta memperkuat daya saing iklim investasi. “Kepercayaan dunia usaha terhadap Batam terus berkembang, dan tugas kita adalah memastikan bahwa pertumbuhan itu berkelanjutan dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menyoroti bahwa pertumbuhan ekonomi harus diikuti dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Ia menekankan bahwa keberhasilan ekonomi diukur bukan hanya dari angka pertumbuhan, tetapi dari penciptaan lapangan kerja, pemerataan peluang usaha, dan akses terhadap layanan dasar. Prioritas pemerintah akan terus difokuskan pada perbaikan air bersih, transportasi publik, serta pengembangan infrastruktur perkotaan yang mendukung kualitas hidup warga.
Di sisi lain, Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, menegaskan bahwa investasi harus bertransformasi dari komitmen menjadi realisasi nyata. Ia menekankan bahwa keberhasilan investasi dinilai dari kecepatan realisasi proyek, nilai tambah yang dihasilkan, dan jumlah tenaga kerja yang terserap. BP Batam akan terus mendorong investasi berkualitas di sektor manufaktur maju, data center, ekonomi digital, energi terbarukan, serta logistik, sebagai bagian dari strategi memposisikan Batam sebagai pusat ekonomi digital dan industri Asia Tenggara yang berkelanjutan.
Pertumbuhan 7,28% bukan hanya angka, melainkan indikator kualitas ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Target jangka panjang BP Batam adalah mewujudkan pertumbuhan yang tidak hanya tinggi, tetapi juga membawa manfaat luas bagi seluruh lapisan masyarakat. Dengan pendekatan yang berbasis pada hasil nyata dan keberlanjutan, Batam berkomitmen untuk menjadi model kota maju yang mampu menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan kesejahteraan sosial.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


