Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pertumbuhan Pembiayaan Stagnan, Risiko Kredit Naik Sedikit

Piutang pembiayaan perusahaan pembiayaan tumbuh 2,01% tahunan hingga Juli 2026, sementara rasio kredit bermasalah (NPF) mengalami sedikit kenaikan, namun profil risiko tetap terjaga.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 7 September 2026, 19.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Pertumbuhan Pembiayaan Stagnan, Risiko Kredit Naik Sedikit
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pertumbuhan piutang pembiayaan perusahaan pembiayaan pada Juli 2026 mencapai 2,01% secara tahunan, menunjukkan ekspansi yang relatif terbatas. Total outstanding piutang tercatat sebesar Rp513,05 triliun, meningkat dibandingkan posisi Juni 2026 yang sebesar 1,88% yoy. Peningkatan ini didorong terutama oleh peningkatan pembiayaan modal kerja yang tumbuh 6,32% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Di tengah laju pertumbuhan yang rendah, risiko kredit mulai menunjukkan sedikit peningkatan. Rasio non-performing financing (NPF) gross pada Juli 2026 berada di angka 3,03%, naik dari 3,01% pada bulan sebelumnya. Sementara NPF net tetap stabil di level 0,81%, tidak berubah dari posisi Juni 2026. Secara tahunan, NPF gross mengalami kenaikan dari 2,52% di Juli 2025 menjadi 3,03%, meski NPF net menunjukkan perbaikan dari 0,88% menjadi 0,81%.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai bahwa kondisi risiko secara keseluruhan masih dalam batas aman. Gearing ratio industri pembiayaan berada pada level 2,10 kali, jauh di bawah batas maksimum sebesar 10 kali, menunjukkan kesehatan struktural yang solid. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada tekanan pada kualitas kredit, risiko sistemik tetap terkendali.

Perbandingan dengan sektor lain dalam kelompok PVML menunjukkan ketimpangan pertumbuhan. Pembiayaan daring (Pindar) tumbuh signifikan 24,76% yoy menjadi Rp105,63 triliun, sementara pembiayaan pergadaian melonjak 50,73% yoy hingga mencapai Rp160,78 triliun. Di sisi lain, pembiayaan modal ventura dan lembaga keuangan mikro mengalami kontraksi masing-masing 0,46% dan 0,40% yoy.

Pertumbuhan yang stagnan di sektor pembiayaan menunjukkan tantangan dalam ekspansi pasar, meski kualitas aset tetap terjaga. OJK menekankan pentingnya pengelolaan risiko yang ketat guna menjaga stabilitas sistem keuangan, terutama di tengah dinamika ekonomi yang masih menantang.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya