Pertumbuhan Pembiayaan Stagnan, Risiko Kredit Naik Sedikit
Piutang pembiayaan perusahaan pembiayaan tumbuh 2,01% tahunan hingga Juli 2026, sementara rasio kredit bermasalah (NPF) mengalami sedikit kenaikan, namun profil risiko tetap terjaga.
Redaksi iNarasikita·Senin, 7 September 2026, 19.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Pertumbuhan piutang pembiayaan perusahaan pembiayaan pada Juli 2026 mencapai 2,01% secara tahunan, menunjukkan ekspansi yang relatif terbatas. Total outstanding piutang tercatat sebesar Rp513,05 triliun, meningkat dibandingkan posisi Juni 2026 yang sebesar 1,88% yoy. Peningkatan ini didorong terutama oleh peningkatan pembiayaan modal kerja yang tumbuh 6,32% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Di tengah laju pertumbuhan yang rendah, risiko kredit mulai menunjukkan sedikit peningkatan. Rasio non-performing financing (NPF) gross pada Juli 2026 berada di angka 3,03%, naik dari 3,01% pada bulan sebelumnya. Sementara NPF net tetap stabil di level 0,81%, tidak berubah dari posisi Juni 2026. Secara tahunan, NPF gross mengalami kenaikan dari 2,52% di Juli 2025 menjadi 3,03%, meski NPF net menunjukkan perbaikan dari 0,88% menjadi 0,81%.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai bahwa kondisi risiko secara keseluruhan masih dalam batas aman. Gearing ratio industri pembiayaan berada pada level 2,10 kali, jauh di bawah batas maksimum sebesar 10 kali, menunjukkan kesehatan struktural yang solid. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada tekanan pada kualitas kredit, risiko sistemik tetap terkendali.
Perbandingan dengan sektor lain dalam kelompok PVML menunjukkan ketimpangan pertumbuhan. Pembiayaan daring (Pindar) tumbuh signifikan 24,76% yoy menjadi Rp105,63 triliun, sementara pembiayaan pergadaian melonjak 50,73% yoy hingga mencapai Rp160,78 triliun. Di sisi lain, pembiayaan modal ventura dan lembaga keuangan mikro mengalami kontraksi masing-masing 0,46% dan 0,40% yoy.
Pertumbuhan yang stagnan di sektor pembiayaan menunjukkan tantangan dalam ekspansi pasar, meski kualitas aset tetap terjaga. OJK menekankan pentingnya pengelolaan risiko yang ketat guna menjaga stabilitas sistem keuangan, terutama di tengah dinamika ekonomi yang masih menantang.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


