Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

PLN Tekankan Rencana PLTP Gunung Ungaran Masih Tahap Studi

PLN menyatakan pengembangan PLTP Gunung Ungaran masih dalam tahap perencanaan dan studi kelayakan tanpa konstruksi atau pengeboran.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 7 September 2026, 15.27 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
PLN Tekankan Rencana PLTP Gunung Ungaran Masih Tahap Studi
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - PT PLN (Persero) menegaskan bahwa rencana pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di kawasan Gunung Ungaran belum memasuki tahap pelaksanaan fisik. Saat ini, seluruh aktivitas terbatas pada tahap studi kelayakan dan analisis teknis, termasuk penilaian potensi geologis dan geofisika. Proyek tersebut belum melibatkan pengeboran maupun pembangunan infrastruktur fisik di lapangan.

Perusahaan menekankan komitmen untuk menjaga konsultasi terus-menerus dengan pemerintah daerah, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), serta berbagai pemangku kepentingan, termasuk masyarakat setempat. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap keputusan didasarkan pada data ilmiah dan pertimbangan sosial-lingkungan yang mendalam.

PLN menyadari kekhawatiran masyarakat terhadap ketersediaan sumber air dan dampak terhadap aktivitas sehari-hari di kawasan tersebut. Oleh karena itu, aspek kebutuhan air dan potensi gangguan terhadap lingkungan menjadi bagian penting dari kajian mendalam yang sedang dilakukan. Semua hasil kajian akan menjadi dasar penentuan lokasi dan skala kegiatan di masa depan.

Mengenai Cagar Budaya Candi Gedong Songo, PLN menegaskan bahwa area pengeboran tidak akan berada dalam zona cagar budaya. Jika nanti proyek masuk tahap eksplorasi, lokasi pengeboran akan ditentukan berdasarkan hasil kajian teknis, zonasi yang berlaku, serta aturan perlindungan budaya. Luas Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Gunung Ungaran mencapai sekitar 29.800 hektare, namun tidak semua wilayah akan digunakan untuk pembangunan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya