PLTS 100 GWp Dicanangkan, Desa Diminta Jadi Produsen Energi
Program PLTS 100 gigawatt peak ditargetkan rampung dalam dua tahun, dengan desa sebagai sentral produksi energi terbarukan.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 20.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Pemerintah resmi meluncurkan program strategis pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 100 gigawatt peak (GWp), yang menjadi langkah utama dalam mempercepat transisi energi nasional. Program ini dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan target penyelesaian dalam waktu dua tahun, lebih cepat dari jangka waktu tiga tahun yang semula dirancang. Dalam pernyataannya, Presiden menekankan pentingnya capaian swasembada listrik, di mana saat ini kapasitas listrik nasional mencapai 88 GW dari berbagai sumber energi konvensional.
Salah satu poin krusial dari program ini adalah desentralisasi pembangunan PLTS, dengan fokus pada pengembangan di tingkat desa. Pakar kebijakan iklim menilai bahwa kebijakan ini menunjukkan komitmen tinggi dari pemerintah pusat dalam mendorong energi terbarukan secara inklusif. Menurut Direktur Climate Policy Initiative, Tiza Mafira, gagasan memposisikan desa sebagai produsen listrik bukan sekadar idealisme, melainkan perlu direncanakan secara strategis. Ia menekankan perlunya kebijakan yang sengaja dirancang agar desa tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga aktor dalam rantai produksi energi.
Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan pendekatan khusus dalam pengelolaan aset dan pendanaan. Tiza menyarankan pemanfaatan koperasi desa atau Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai pengelola unit PLTS. Selain itu, peran BUMN seperti PLN dalam pengadaan proyek di tingkat lokal dinilai krusial untuk mempercepat realisasi. Dengan mekanisme pasar yang terbuka, swasta dan Independent Power Producer (IPP) juga diharapkan turut berkontribusi dalam pembangunan proyek-proyek energi surya.
Pada tahap awal, pemerintah menargetkan pembangunan kapasitas 17 GWp, dengan 14 proyek yang telah memasuki berbagai tahapan mulai dari perencanaan hingga tender. Total kapasitas proyek tahap pertama mencapai 5.216 megawatt peak (MWp). Skema pengembangan mencakup PLTS atap, ground mounted, hingga PLTS terapung, yang dirancang untuk menjangkau berbagai wilayah di seluruh Indonesia. Program ini tidak hanya bertujuan memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga mendorong pemerataan akses listrik dan kemandirian energi di tingkat lokal.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan campuran solar B50, memicu minat belajar dari Jepang hingga negara Eropa terkait implementasi dan regulasinya.
9 September 2026

48 Jam Listrik Padam, Warga Gambia Aksi Massal Tuntut Presiden Mundur
Pemadaman listrik berkepanjangan selama 48 jam di Gambia memicu unjuk rasa besar-besaran di Banjul dan daerah lain, dengan massa menuntut presiden Adama Barrow mundur, sementara pihak berwenang mengaku penyebabnya adalah lonjakan beban dan gangguan teknis.
9 September 2026

Warga Bantaran Rel Senen Diberi Hunian Sementara oleh Pemerintah
Ratusan warga eks bantaran rel Senen kini tinggal di hunian sementara yang disediakan pemerintah, menandai realisasi program relokasi dan penataan kawasan.
9 September 2026

Pemerintah Siapkan Rp17 T untuk Bansos Beras Hingga Akhir 2026
Pemerintah menyiapkan anggaran Rp17 triliun untuk penyaluran bantuan beras 30 kg per keluarga penerima hingga akhir 2026, dengan distribusi secara rutin dan terkonsentrasi.
9 September 2026
Berita Lainnya
Pemadaman Listrik Berlanjut di Kendari dan Konawe, Tertunda Hingga Malam Hari
Rabu, 9 September 2026, 11.21 WITA
ASN Tunggak Pajak Kendaraan Siap Dikenai Sanksi TPP
Rabu, 9 September 2026, 11.21 WITA
Kebiasaan Malam Sederhana Tingkatkan Kesehatan Kulit
Rabu, 9 September 2026, 11.21 WITA
Skandal Kuota Haji Rp622 Miliar Terungkap, Saksi Sebut Ada Instruksi Ketik Nama
Rabu, 9 September 2026, 11.21 WITA
Pemkot Kendari Tuntaskan Pembangunan Jembatan Wawo
Rabu, 9 September 2026, 11.20 WITA

KPK Diminta Telusuri Aliran Dana Kasus Tambang di Bombana
Rabu, 9 September 2026, 11.20 WITA

KPK Diminta Usut Tuntas Dugaan Korupsi di Tambang Nikel Kabaena
Rabu, 9 September 2026, 11.20 WITA

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA


