PM Thailand Minta WNA Pulang Jika Ingin Mati di Negaranya
Perdana Menteri Thailand tegaskan warga asing yang datang ke negara ini harus patuh hukum, dengan peringatan tegas agar tidak memanfaatkan fasilitas lokal untuk pemakaman pribadi.
Redaksi iNarasikita·Senin, 21 September 2026, 15.27 WITA·👁 4 orang membaca· 0 hari ini · 9x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul mengeluarkan pernyataan tegas dalam rapat kebijakan kementerian di Bangkok, menanggapi isu pemakaman pribadi yang dikelola oleh warga asing. Ia menegaskan bahwa izin datang ke Thailand sudah merupakan kemurahan, dan tidak seharusnya dimanfaatkan untuk keperluan khusus seperti pemakaman pribadi. Anutin menekankan bahwa jika seseorang datang ke Thailand, ia harus berusaha secara jujur, dan jika meninggal, maka sebaiknya dilakukan di negara asalnya, bukan di Thailand.
Pernyataan itu muncul menyusul kontroversi terkait pemakaman di Provinsi Chachoengsao yang melibatkan warga Israel dan satu warga Inggris. Otoritas setempat telah memindahkan empat jenazah dari lokasi tersebut ke pemakaman berizin di Chonburi, karena izin pemakaman sebelumnya telah kedaluwarsa. Meskipun satu jenazah dimakamkan saat izin masih berlaku, tiga lainnya dilakukan setelah masa berlaku izin berakhir, sehingga dianggap melanggar aturan.
Anutin menekankan bahwa tindakan penegakan hukum harus diperketat terhadap warga asing yang terlibat dalam aktivitas ilegal, termasuk mendirikan tempat ibadah atau lembaga tanpa izin, menjalankan usaha tanpa izin, atau memanfaatkan pihak ketiga untuk kepentingan pribadi. Ia menegaskan bahwa langkah ini tidak ditujukan untuk kelompok kewarganegaraan tertentu, melainkan untuk semua WNA yang melanggar aturan, baik dari Asia Tengah, Eropa, Afrika, maupun Timur Tengah.
Namun, Anutin menegaskan bahwa warga asing yang datang secara legal, bekerja secara jujur, dan menghormati budaya serta hukum setempat tetap diperbolehkan berada di Thailand. Ia menekankan bahwa keberadaan mereka di negara ini harus didasarkan pada kontribusi positif, bukan eksploitasi fasilitas publik atau peraturan yang telah ditetapkan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Harga Beras Diproyeksikan Turun Pekan Ini
Menteri Pertanian menegaskan harga beras akan turun dalam pekan ini berkat peningkatan pasokan dan penertiban beras fortifikasi yang tidak sesuai standar.
21 September 2026

Pemerintah Siapkan E50-B50 untuk Hemat Devisa Rp500 Triliun Tahunan
Penerapan bahan bakar nabati E50 dan B50 ditargetkan menghemat devisa hingga Rp500 triliun per tahun melalui pengurangan impor energi.
21 September 2026

Prabowo Sebut Kritikus "Goblok", Pakar Soroti Tanda Otoritarianisme
Presiden Prabowo menyebut para pakar dan akademisi yang mengkritiknya sebagai "goblok", pernyataan yang dikhawatirkan memperburuk budaya kritis dan memperkuat dominasi kekuasaan.
21 September 2026

Trump Cabut Akses Jurnalis, AS Setujui Penjualan F-35 ke Saudi
Pemerintahan Trump mencabut akses media ke Gedung Putih terhadap tiga outlet, sementara AS setujui penjualan jet F-35 bernilai miliaran dolar ke Arab Saudi, memicu protes dari Israel dan Iran tetapkan syarat untuk perundingan terkait Selat Hormuz.
21 September 2026
Berita Lainnya

Kemenkeu Tunda Pembayaran Cicilan Rp37 Triliun ke Kopdes Merah Putih
Senin, 21 September 2026, 23.18 WITA

Saham BYAN Melemah Meski RKAB Anak Usaha Disetujui
Senin, 21 September 2026, 23.17 WITA

BEI Turunkan Harga Saham Minimum Jadi Rp1 Mulai 28 September
Senin, 21 September 2026, 23.17 WITA

Romy Bareno Resmi Jadi Komisaris Independen InJourney Airports
Senin, 21 September 2026, 23.17 WITA

Prabowo Dorong Bensin dari Batu Bara untuk Kemandirian Energi
Senin, 21 September 2026, 23.17 WITA

BYOND by BSI Perkenalkan Fitur Infaq Otomatis Terjadwal
Senin, 21 September 2026, 23.16 WITA

Dokumenter 'Skenario Sang Jenderal' Ungkap Rekayasa Pembunuhan Brigadir J
Senin, 21 September 2026, 23.12 WITA

Prancis vs Spanyol: Duel Taktik dan Kualitas di Semifinal Dunia 2026
Senin, 21 September 2026, 23.11 WITA

