PMI Diriwayatkan dari Perintah Soekarno hingga Jadi Pelopor Kemanusiaan Nasional
Hari Palang Merah Indonesia diperingati setiap 3 September sebagai pengingat atas perintah Soekarno untuk mendirikan badan kemanusiaan nasional pasca-kemerdekaan.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 19.41 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Peringatan Hari Palang Merah Indonesia setiap 3 September menandai momen krusial dalam sejarah kemanusiaan nasional. Tepat pada tanggal itu, Presiden Soekarno menginstruksikan Menteri Kesehatan saat itu, dr. Buntaran Martoatmodjo, untuk membentuk badan Palang Merah Nasional. Keputusan ini diambil dalam suasana bangsa baru merdeka, di mana kebutuhan akan organisasi kemanusiaan yang mandiri dan berakar lokal menjadi prioritas.
Sebelumnya, upaya pendirian organisasi semacam ini telah muncul sejak era kolonial. Pada 1873, pemerintah Belanda mendirikan Nederlands Rode Kruis Afdeling Indie (NERKAI), yang kemudian dibubarkan saat Jepang menduduki Indonesia. Gagasan untuk membentuk Palang Merah nasional kembali muncul pada 1932, dipelopori oleh dr. RCL Senduk dan dr. Bahder Djohan. Meski rencana tersebut sempat diajukan dalam konferensi NERKAI 1940, belum mendapat persetujuan.
Setelah proklamasi kemerdekaan, momentum berubah. Pada 5 September 1945, Panitia Lima—yang terdiri dari dr. R. Mochtar, dr. Bahder Djohan, dr. Djuhana, dr. Marzuki, dan dr. Sitanala—dibentuk untuk menyiapkan pembentukan organisasi nasional. Dalam waktu singkat, organisasi itu resmi berdiri pada 17 September 1945 sebagai Perhimpunan Palang Merah Indonesia, dengan Drs. Mohammad Hatta menjabat sebagai ketua pertama.
Sejak itu, PMI tumbuh menjadi lembaga kemanusiaan yang diakui secara internasional. Pada 1950, organisasi ini resmi menjadi anggota gerakan Palang Merah Internasional. Di tingkat nasional, keberadaannya diatur melalui Keputusan Presiden Nomor 25 Tahun 1959 dan diperkuat oleh Keputusan Presiden Nomor 246 Tahun 1963. PMI terus menjalankan misi kemanusiaan, mulai dari penanganan korban konflik dan bencana hingga pelayanan donor darah dan pertolongan pertama.
Hari Palang Merah Indonesia, 3 September, kini menjadi ajang refleksi terhadap perjalanan panjang PMI sejak awal berdiri hingga kini. Momentum ini juga menjadi bentuk penghargaan kepada para relawan yang setiap hari bergerak di tengah kesulitan, menunjukkan semangat solidaritas dan kemanusiaan yang tak pernah padam.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan campuran solar B50, memicu minat belajar dari Jepang hingga negara Eropa terkait implementasi dan regulasinya.
9 September 2026

48 Jam Listrik Padam, Warga Gambia Aksi Massal Tuntut Presiden Mundur
Pemadaman listrik berkepanjangan selama 48 jam di Gambia memicu unjuk rasa besar-besaran di Banjul dan daerah lain, dengan massa menuntut presiden Adama Barrow mundur, sementara pihak berwenang mengaku penyebabnya adalah lonjakan beban dan gangguan teknis.
9 September 2026

Warga Bantaran Rel Senen Diberi Hunian Sementara oleh Pemerintah
Ratusan warga eks bantaran rel Senen kini tinggal di hunian sementara yang disediakan pemerintah, menandai realisasi program relokasi dan penataan kawasan.
9 September 2026

Pemerintah Siapkan Rp17 T untuk Bansos Beras Hingga Akhir 2026
Pemerintah menyiapkan anggaran Rp17 triliun untuk penyaluran bantuan beras 30 kg per keluarga penerima hingga akhir 2026, dengan distribusi secara rutin dan terkonsentrasi.
9 September 2026
Berita Lainnya
Pemadaman Listrik Berlanjut di Kendari dan Konawe, Tertunda Hingga Malam Hari
Rabu, 9 September 2026, 11.21 WITA
ASN Tunggak Pajak Kendaraan Siap Dikenai Sanksi TPP
Rabu, 9 September 2026, 11.21 WITA
Kebiasaan Malam Sederhana Tingkatkan Kesehatan Kulit
Rabu, 9 September 2026, 11.21 WITA
Skandal Kuota Haji Rp622 Miliar Terungkap, Saksi Sebut Ada Instruksi Ketik Nama
Rabu, 9 September 2026, 11.21 WITA
Pemkot Kendari Tuntaskan Pembangunan Jembatan Wawo
Rabu, 9 September 2026, 11.20 WITA

KPK Diminta Telusuri Aliran Dana Kasus Tambang di Bombana
Rabu, 9 September 2026, 11.20 WITA

KPK Diminta Usut Tuntas Dugaan Korupsi di Tambang Nikel Kabaena
Rabu, 9 September 2026, 11.20 WITA

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA


