POGI Sultra dan Pegadaian Dorong Kesehatan Ibu Hamil Lewat Program Merdeka Stunting
Program Merdeka Stunting 2026 digelar di Kendari untuk tingkatkan akses layanan kesehatan ibu hamil melalui kolaborasi POGI Sultra dan Pegadaian.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 10.21 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 16x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Kegiatan Merdeka Stunting 2026 resmi diluncurkan di Kota Kendari sebagai bentuk komitmen bersama dalam menurunkan angka stunting di Sulawesi Tenggara. Program ini digagas oleh Persatuan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Sultra bekerja sama dengan Pegadaian, dengan fokus pada pencegahan stunting melalui perawatan prenatal yang lebih optimal bagi ibu hamil. Kegiatan ini menyasar wilayah perkotaan dan terpencil di wilayah Kota Kendari sebagai lokasi uji coba model layanan terintegrasi.
Pada peluncuran, seluruh tenaga kesehatan yang terlibat dilatih secara khusus dalam deteksi dini risiko stunting, pendampingan nutrisi, dan edukasi kesehatan reproduksi. Selain itu, disediakan layanan skrining gratis bagi ibu hamil, termasuk pemeriksaan kadar zat besi dan asam folat. Hasil pemeriksaan langsung dikomunikasikan kepada pasien dan dicatat dalam sistem digital untuk memastikan pemantauan berkelanjutan selama kehamilan.
Kegiatan ini juga melibatkan keterlibatan masyarakat melalui pendekatan komunitas, di mana tokoh adat dan pemuka agama turut mengedukasi keluarga tentang pentingnya perawatan kehamilan yang tepat. POGI Sultra menegaskan bahwa pencegahan stunting harus dimulai sejak masa kehamilan, karena kondisi gizi ibu secara langsung memengaruhi pertumbuhan janin. Dengan pendekatan ini, tujuan jangka panjang adalah mencapai target nasional menurunkan stunting menjadi 14 persen pada 2026.
Pegadaian turut berperan sebagai mitra strategis dengan memanfaatkan jaringan kantor cabang untuk menyediakan layanan konsultasi kesehatan dan akses informasi melalui platform digital. Kegiatan ini juga akan dievaluasi secara berkala untuk menyesuaikan pendekatan berdasarkan data lapangan. Pihak terkait menekankan bahwa keberhasilan program tidak terlepas dari sinergi antarlembaga, pemerintah daerah, dan partisipasi aktif masyarakat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Kebakaran Landa Dua Rumah di Wakontu Akibat Kompor Tak Dimatikan
Kebakaran hebat terjadi di Desa Wakontu, Muna Barat, menyebabkan dua rumah hangus karena kompor gas ditinggalkan menyala setelah memasak.
8 September 2026

Kejati Sultra Periksa Aktivitas Tambang di Pulau Pulau
Kejati Sultra menyatakan akan memverifikasi laporan aktivitas tambang nikel di Pulau Pulau, termasuk Pulau Wowoni, sebelum menentukan langkah hukum.
8 September 2026

Pencegahan Kerusakan Smartphone Akibat Abu Vulkanik
Pengguna perangkat elektronik diminta segera membersihkan smartphone setelah terpapar abu vulkanik untuk mencegah kerusakan permanen akibat partikel tajam dan risiko korsleting.
8 September 2026

Rektor Lantik 16 Pejabat Fungsional di UIN Kendari
Rektor Universitas Islam Negeri Kendari melantik 16 pejabat fungsional dengan tujuan memperkuat tata kelola dan pelayanan akademik di lingkungan kampus.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA


