Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

POGI Sultra dan Pegadaian Dorong Kesehatan Ibu Hamil Lewat Program Merdeka Stunting

Program Merdeka Stunting 2026 digelar di Kendari untuk tingkatkan akses layanan kesehatan ibu hamil melalui kolaborasi POGI Sultra dan Pegadaian.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 10.21 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 16x dibuka
POGI Sultra dan Pegadaian Dorong Kesehatan Ibu Hamil Lewat Program Merdeka Stunting
Foto: Foto: Bahdin

Kendari, ıNarasikita - Kegiatan Merdeka Stunting 2026 resmi diluncurkan di Kota Kendari sebagai bentuk komitmen bersama dalam menurunkan angka stunting di Sulawesi Tenggara. Program ini digagas oleh Persatuan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Sultra bekerja sama dengan Pegadaian, dengan fokus pada pencegahan stunting melalui perawatan prenatal yang lebih optimal bagi ibu hamil. Kegiatan ini menyasar wilayah perkotaan dan terpencil di wilayah Kota Kendari sebagai lokasi uji coba model layanan terintegrasi.

Pada peluncuran, seluruh tenaga kesehatan yang terlibat dilatih secara khusus dalam deteksi dini risiko stunting, pendampingan nutrisi, dan edukasi kesehatan reproduksi. Selain itu, disediakan layanan skrining gratis bagi ibu hamil, termasuk pemeriksaan kadar zat besi dan asam folat. Hasil pemeriksaan langsung dikomunikasikan kepada pasien dan dicatat dalam sistem digital untuk memastikan pemantauan berkelanjutan selama kehamilan.

Kegiatan ini juga melibatkan keterlibatan masyarakat melalui pendekatan komunitas, di mana tokoh adat dan pemuka agama turut mengedukasi keluarga tentang pentingnya perawatan kehamilan yang tepat. POGI Sultra menegaskan bahwa pencegahan stunting harus dimulai sejak masa kehamilan, karena kondisi gizi ibu secara langsung memengaruhi pertumbuhan janin. Dengan pendekatan ini, tujuan jangka panjang adalah mencapai target nasional menurunkan stunting menjadi 14 persen pada 2026.

Pegadaian turut berperan sebagai mitra strategis dengan memanfaatkan jaringan kantor cabang untuk menyediakan layanan konsultasi kesehatan dan akses informasi melalui platform digital. Kegiatan ini juga akan dievaluasi secara berkala untuk menyesuaikan pendekatan berdasarkan data lapangan. Pihak terkait menekankan bahwa keberhasilan program tidak terlepas dari sinergi antarlembaga, pemerintah daerah, dan partisipasi aktif masyarakat.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya