Potensi Hujan Lokal Masih Mengintai di Tujuh Wilayah
Sejumlah daerah di Indonesia, termasuk beberapa wilayah di Sulawesi Tenggara, berpotensi alami hujan sporadis meski kondisi kering masih mendominasi akibat El Nino sangat kuat dan IOD positif.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 16.35 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 6x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - BMKG menginformasikan bahwa sebagian wilayah Indonesia, termasuk wilayah di Sulawesi Tenggara, masih memiliki peluang terjadi hujan pada hari ini, Jumat (28/8), meski secara umum curah hujan pada periode Agustus III hingga September II 2026 diprediksi berada pada kategori rendah hingga menengah, berkisar antara 0 hingga 150 mm/dasarian. Prediksi ini didasarkan pada kondisi atmosfer yang masih menunjukkan dinamika lokal meskipun tekanan kering terus mendominasi sejumlah wilayah besar, seperti Jawa, Bali, Nusa Tenggara, sebagian Kalimantan, dan sebagian Sulawesi.
Faktor utama yang mendorong kondisi kering adalah El Nino kategori sangat kuat serta Indeks Oseanik Dipole (IOD) positif, yang secara bersamaan menekan aktivitas konvektif di atmosfer. Namun, beberapa fenomena mikroclimat tetap mampu mendorong terbentuknya awan hujan secara terbatas. Aktivitas Gelombang MJO pada 28–29 Agustus 2026 diprakirakan aktif di sejumlah wilayah pesisir utara Aceh, Selat Malaka bagian utara, Kepulauan Aru, serta wilayah Papua Selatan dan perairan sekitarnya.
Selain itu, terbentuknya daerah konvergensi dan konfluensi di sekitar Laut Andaman, Selat Malaka utara, Laut Natuna Utara, Selat Makassar, dan perairan Samudra Pasifik di dekat Papua turut berkontribusi terhadap akumulasi massa udara lembap. Gelombang Rossby Ekuator juga diproyeksikan aktif di pesisir timur Papua Selatan, menambah potensi terjadi hujan lokal dengan intensitas bervariasi dan durasi singkat.
Meski demikian, BMKG menegaskan bahwa kondisi ini tidak mengubah tren umum kering yang masih berlangsung di sebagian besar wilayah Indonesia. Wilayah yang berpotensi mengalami hujan antara lain Aceh, Sumatra Utara, Lampung, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan. Sementara itu, daerah berpotensi angin kencang meliputi Aceh, Banten, Jawa Barat, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, dan Papua Selatan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait
Kendari Ungguli Daerah Lain dalam Literasi Keuangan Anak
Kota Kendari dinobatkan sebagai kota terbaik dalam implementasi program KEJAR, menunjukkan keberhasilan dalam membangun literasi keuangan sejak usia dini melalui pendekatan berkelanjutan dan kolaboratif.
25 Oktober 2026
BPBD Sultra Siagakan 24 Jam Hadapi Bencana Musim Hujan
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sulawesi Tenggara siaga penuh selama musim hujan, siapkan mobil tangki dan layanan darurat 112 untuk respon cepat bencana.
25 Oktober 2026
Kapolresta Kendari Perkuat Kerukunan Melalui Kerja Sama dengan FKUB
Kapolresta Kendari bersinergi dengan FKUB untuk meningkatkan kerukunan umat beragama dan keamanan publik melalui dialog rutin dan program pencegahan konflik.
25 Oktober 2026

Polda Sultra Gelar Minggu Kasih di Galilea Baruga, Tekankan Sinergi dan Pencegahan Narkoba
Polda Sultra gelar Minggu Kasih di Gereja Galilea Baruga, fokus pada penguatan sinergi kepolisian-masyarakat dan imbauan pencegahan narkoba.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pembantaian Massal Warga Tionghoa di Batavia 1740
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.30 WITA

Kim Jong Un Kunjungi China Lewat Jembatan Baru Yalu
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.29 WITA

Pencabutan Izin Tambang Emas di Papua Tengah Ditetapkan
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.28 WITA

BMKG Lakukan Modifikasi Cuaca di Jakarta untuk Kurangi Polusi
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.28 WITA

Pengawal Energi Buka Pendaftaran untuk Lulusan Muda
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.26 WITA

Target PNBP ESDM 2026 Naik Jadi Rp165 Triliun
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.26 WITA

Jasa Marga Jalankan Preservasi Berkala Jalan Tol
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.25 WITA

Prabowo Bahas Pendidikan Kepemimpinan di Hambalang
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.25 WITA

