Potensi Ikan Nasional Raib Rp200 Triliun Tahunan
Menteri Koordinator Pangan menyebut pencurian ikan di perairan Indonesia mencapai Rp200 triliun per tahun akibat daya saing nelayan yang rendah dan armada asing yang lebih besar.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 15.24 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 15x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kekuatan nelayan lokal yang terbatas menjadi pemicu utama hilangnya potensi sumber daya laut Indonesia, menurut pernyataan Menteri Koordinator Bidang Pangan. Ia menyampaikan bahwa aktivitas penangkapan ikan ilegal oleh nelayan asing dari Vietnam, Thailand, India, dan Jepang menyebabkan kerugian hingga Rp200 triliun setiap tahun. Kondisi ini didukung oleh perbedaan kapasitas armada, di mana nelayan asing memiliki kapal berukuran besar dan kapasitas penangkapan yang jauh lebih tinggi dibandingkan nelayan domestik yang masih mengandalkan perahu kecil.
Keterbatasan teknologi dan kapasitas operasional nelayan Indonesia membuat mereka tidak mampu menjangkau wilayah penangkapan yang lebih jauh, sehingga secara geografis hanya mampu menangkap ikan di perairan dekat. Kondisi ini menurunkan daya saing dan memperbesar peluang eksploitasi oleh nelayan asing. Lebih lanjut, Zulhas menyoroti bahwa rendahnya posisi tawar nelayan lokal menyebabkan hasil tangkapan sering dijual dengan harga rendah, bahkan terkadang dalam kondisi rusak, akibat minimnya akses ke pasar yang adil dan infrastruktur pendukung.
Dampak dari persoalan ini tidak hanya terbatas pada sektor perikanan, tetapi juga menyentuh keberlanjutan ekonomi masyarakat pesisir. Tanpa dukungan penuh dari pemerintah dalam bentuk bantuan langsung, beras, dan layanan kesehatan, nelayan sulit memenuhi kebutuhan dasar keluarganya, termasuk akses pendidikan bagi anak-anak. Hal ini menandakan keterkaitan erat antara kesejahteraan nelayan dan kemiskinan struktural di wilayah pesisir.
Pemerintah, lanjut Zulhas, sedang menyusun strategi pengembangan pangan secara bertahap, mulai dari komoditas pangan utama seperti beras dan jagung, kemudian meluas ke gula, garam, dan terakhir ikan serta daging. Ia menegaskan bahwa sektor perikanan menjadi prioritas karena potensinya besar, terutama dengan pengembangan budidaya ikan air asin yang sudah dilakukan oleh negara-negara seperti Vietnam dan China.
Untuk mewujudkan swasembada ikan, pemerintah merancang pembangunan 40 ribu kawasan tematik di tingkat desa. Namun, keberhasilan program ini bergantung pada ketersediaan ekosistem lengkap, termasuk bibit ikan dan pakan yang memadai. Zulhas menekankan bahwa tanpa dukungan infrastruktur pendukung, termasuk penjaminan pasokan bahan baku, program tersebut akan menghadapi tantangan besar. Program ini merupakan implementasi arahan Presiden agar setiap kecamatan mampu mencapai kemandirian pangan dan memastikan kecukupan gizi masyarakat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Houthi Negasi Serangan ke Makkah dan Madinah, Sebut Klaim Saudi Bohong
Kelompok Houthi menyangkal tudingan Arab Saudi bahwa rudal mereka menargetkan Makkah dan Madinah, menyebut pernyataan tersebut sebagai kebohongan besar.
25 Oktober 2026

4 Pilot Tewas dalam Tabrakan Pesawat Latih di Filipina
Dua pesawat latih SF-260 Angkatan Udara Filipina bertabrakan saat latihan, menewaskan empat pilot di Pangkalan Udara Fernando, Batangas.
25 Oktober 2026

Supervisor 34 Tahun Cari Kerja Sesuai Pengalaman
Seorang supervisor berusia 34 tahun berjuang menemukan pekerjaan yang sesuai keterampilan setelah kontrak kerja berakhir, dengan pilihan terbatas dan harapan tetap optimistis meski harus memulai dari bawah.
24 Oktober 2026

Nenek 96 Tahun Raih 15 Juta Pengikut, Bantu Biaya Panti Jompo
Nenek asal Connecticut berhasil menutupi biaya tinggal di panti jompo sebesar Rp190 juta per bulan melalui pendapatan dari media sosial.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Transformasi Energi Indonesia Menapaki Jalur Kemandirian
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.30 WITA

Penghapusan Insentif Flat Hemat Rp3 Triliun untuk MBG
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.29 WITA

Lula dan Flavio Bolsonaro Saling Serang di Debat Akhir Pemilu
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.09 WITA

Koneksi Starlink Stabil di Kecepatan 400 km/Jam, Ungkap Menteri Pertahanan Ukraina
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.08 WITA

Penyintas Serangan Gereja Yordania Ungkap Detik-detik Pelaku Arahkan Pistol
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.07 WITA

RI Kurangi Ekspor Gas ke Singapura, Dampaknya Di Bawah 2 Persen
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.07 WITA

Richard Lee: Jangan Lawan Iblis dengan Logika
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

Kanye West Tutup Konser GBK dengan Runaway Emosional
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

