Prabowo Dorong FTA Indonesia-Rusia-EAEU Segera Berlaku
Presiden Prabowo meminta negara anggota EAEU segera menyelesaikan prosedur internal agar perjanjian perdagangan bebas dengan Indonesia segera efektif.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 17.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 6x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara tegas menekankan pentingnya percepatan implementasi Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) antara Indonesia dan Komunitas Ekonomi Euraasia (EAEU) dalam forum ekonomi internasional di Vladivostok, Rusia. Dalam pidatonya pada Forum Ekonomi Timur ke-11, ia menyerukan kepada seluruh anggota EAEU untuk menuntaskan proses persetujuan domestik demi memungkinkan berlakunya perjanjian tersebut sesegera mungkin. Ia menegaskan bahwa Indonesia telah siap secara hukum dan operasional, termasuk melalui ratifikasi parlemen dan peraturan presiden yang telah ditandatangani pada Juli 2026.
Perjanjian yang telah ditandatangani di St. Petersburg pada 21 Desember 2025 ini mencakup lima negara anggota EAEU—Armenia, Belarus, Kazakhstan, Kirgizstan, dan Rusia—serta Komisi Ekonomi Euraasia. Dengan perjanjian ini, Indonesia dan EAEU sepakat menghapus atau mengurangi bea masuk atas 11.882 pos tarif, lebih dari 90% dari total barang perdagangan yang terlibat. Langkah ini diharapkan membuka akses ekspor produk Indonesia ke lima pasar besar sekaligus memperluas pasar bagi produsen dari kawasan Eurasia menuju konsumen Indonesia yang mencapai 290 juta jiwa.
Prabowo menekankan kesiapan delegasi bisnis Indonesia yang hadir dalam forum tersebut untuk segera menjalankan aktivitas perdagangan. Mereka telah mempersiapkan pengiriman perdana, menetapkan mitra pembeli, mengatur logistik, serta menyelesaikan mekanisme pembayaran sesuai ketentuan FTA. Ia menegaskan bahwa pada saat tarif mulai berlaku, seluruh komponen operasional—termasuk kontrak, rute pengiriman, dan kesiapan barang—harus sudah tersedia demi memastikan keberlangsungan perdagangan tanpa hambatan.
Di luar perdagangan, Prabowo membuka peluang kerja sama strategis dalam sektor energi, pertanian, industri, dan teknologi. Ia menyambut investasi Rusia dalam eksplorasi dan pengolahan minyak serta gas, serta kolaborasi di bidang energi terbarukan, jaringan listrik pintar, dan tenaga nuklir untuk tujuan damai dengan standar keselamatan tinggi. Di sektor ketahanan pangan, Indonesia siap bekerja sama dalam pengembangan benih unggul, mekanisasi pertanian, pengolahan pangan, dan produksi pupuk. Di bidang industri, Prabowo mengajak Rusia membangun nilai tambah melalui pengolahan bahan baku menjadi produk konsumsi harian seperti pakaian, makanan, obat-obatan, elektronik, dan furnitur.
Ia juga menyampaikan ajakan kepada dunia usaha Rusia untuk membangun fasilitas produksi di Indonesia dan memanfaatkan posisi strategis negara sebagai pintu gerbang ke pasar ASEAN serta kawasan Indo-Pasifik. “Mari kita ciptakan nilai bersama, bangun industri bersama, dan jadikan Indonesia sebagai pusat kemitraan regional,” ujarnya. Pesan ini menjadi penekanan pada visi kolaborasi jangka panjang yang melampaui perdagangan barang, mencakup inovasi, teknologi, dan kemandirian ekonomi bersama.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Demonstrasi Prancis Ricuh, Massa Protes Biaya Hidup
Aksi protes nasional di Paris dan Marseille memicu bentrokan dengan polisi akibat ketidakpuasan terhadap kenaikan harga bahan bakar dan biaya hidup yang tinggi.
25 Oktober 2026

Houthi Negasi Serangan ke Makkah dan Madinah, Sebut Klaim Saudi Bohong
Kelompok Houthi menyangkal tudingan Arab Saudi bahwa rudal mereka menargetkan Makkah dan Madinah, menyebut pernyataan tersebut sebagai kebohongan besar.
25 Oktober 2026

4 Pilot Tewas dalam Tabrakan Pesawat Latih di Filipina
Dua pesawat latih SF-260 Angkatan Udara Filipina bertabrakan saat latihan, menewaskan empat pilot di Pangkalan Udara Fernando, Batangas.
25 Oktober 2026

Supervisor 34 Tahun Cari Kerja Sesuai Pengalaman
Seorang supervisor berusia 34 tahun berjuang menemukan pekerjaan yang sesuai keterampilan setelah kontrak kerja berakhir, dengan pilihan terbatas dan harapan tetap optimistis meski harus memulai dari bawah.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Gubernur Tegaskan Kedisiplinan Waktu Jadi Syarat Utama JRF 2026
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

Ribuan Orang Ditahan dalam Aksi Protes Prancis Terkait Biaya Hidup
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

Raharjati Raih Medali Perak Panjat Tebing Dunia di Santiago
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

OJK Tekankan Kewaspadaan dalam Manfaatkan Pembiayaan Digital
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Moto2 dan Moto3 Australia Dibatalkan Akibat Cuaca Ekstrem
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Vape Berisiko Sebabkan Cedera Paru dan Penyalahgunaan Narkoba
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Prancis Siap Blokir Media Sosial Jelang Demo Rompi Kuning
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Indonesia Tekankan Konservasi Air Lewat Pengelolaan Daratan Terpadu
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.26 WITA

