Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Prabowo Dorong FTA Indonesia-Rusia-EAEU Segera Berlaku

Presiden Prabowo meminta negara anggota EAEU segera menyelesaikan prosedur internal agar perjanjian perdagangan bebas dengan Indonesia segera efektif.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 17.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Prabowo Dorong FTA Indonesia-Rusia-EAEU Segera Berlaku
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara tegas menekankan pentingnya percepatan implementasi Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) antara Indonesia dan Komunitas Ekonomi Euraasia (EAEU) dalam forum ekonomi internasional di Vladivostok, Rusia. Dalam pidatonya pada Forum Ekonomi Timur ke-11, ia menyerukan kepada seluruh anggota EAEU untuk menuntaskan proses persetujuan domestik demi memungkinkan berlakunya perjanjian tersebut sesegera mungkin. Ia menegaskan bahwa Indonesia telah siap secara hukum dan operasional, termasuk melalui ratifikasi parlemen dan peraturan presiden yang telah ditandatangani pada Juli 2026.

Perjanjian yang telah ditandatangani di St. Petersburg pada 21 Desember 2025 ini mencakup lima negara anggota EAEU—Armenia, Belarus, Kazakhstan, Kirgizstan, dan Rusia—serta Komisi Ekonomi Euraasia. Dengan perjanjian ini, Indonesia dan EAEU sepakat menghapus atau mengurangi bea masuk atas 11.882 pos tarif, lebih dari 90% dari total barang perdagangan yang terlibat. Langkah ini diharapkan membuka akses ekspor produk Indonesia ke lima pasar besar sekaligus memperluas pasar bagi produsen dari kawasan Eurasia menuju konsumen Indonesia yang mencapai 290 juta jiwa.

Prabowo menekankan kesiapan delegasi bisnis Indonesia yang hadir dalam forum tersebut untuk segera menjalankan aktivitas perdagangan. Mereka telah mempersiapkan pengiriman perdana, menetapkan mitra pembeli, mengatur logistik, serta menyelesaikan mekanisme pembayaran sesuai ketentuan FTA. Ia menegaskan bahwa pada saat tarif mulai berlaku, seluruh komponen operasional—termasuk kontrak, rute pengiriman, dan kesiapan barang—harus sudah tersedia demi memastikan keberlangsungan perdagangan tanpa hambatan.

Di luar perdagangan, Prabowo membuka peluang kerja sama strategis dalam sektor energi, pertanian, industri, dan teknologi. Ia menyambut investasi Rusia dalam eksplorasi dan pengolahan minyak serta gas, serta kolaborasi di bidang energi terbarukan, jaringan listrik pintar, dan tenaga nuklir untuk tujuan damai dengan standar keselamatan tinggi. Di sektor ketahanan pangan, Indonesia siap bekerja sama dalam pengembangan benih unggul, mekanisasi pertanian, pengolahan pangan, dan produksi pupuk. Di bidang industri, Prabowo mengajak Rusia membangun nilai tambah melalui pengolahan bahan baku menjadi produk konsumsi harian seperti pakaian, makanan, obat-obatan, elektronik, dan furnitur.

Ia juga menyampaikan ajakan kepada dunia usaha Rusia untuk membangun fasilitas produksi di Indonesia dan memanfaatkan posisi strategis negara sebagai pintu gerbang ke pasar ASEAN serta kawasan Indo-Pasifik. “Mari kita ciptakan nilai bersama, bangun industri bersama, dan jadikan Indonesia sebagai pusat kemitraan regional,” ujarnya. Pesan ini menjadi penekanan pada visi kolaborasi jangka panjang yang melampaui perdagangan barang, mencakup inovasi, teknologi, dan kemandirian ekonomi bersama.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya