Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Prabowo Dorong Kerja Sama Ekonomi Indonesia-Rusia di Forum Ekonomi Timur

Presiden Prabowo Subianto menegaskan potensi pasar bersama melalui FTA dengan Uni Ekonomi Eurasia, membuka akses bagi 290 juta konsumen dan lima negara anggota.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 14.43 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Prabowo Dorong Kerja Sama Ekonomi Indonesia-Rusia di Forum Ekonomi Timur
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen diplomasi Indonesia dalam memperluas jaringan perdagangan global melalui perjanjian perdagangan bebas dengan Uni Ekonomi Eurasia (EAEU) dalam pidatonya di Eastern Economic Forum ke-11 di Vladivostok, Rusia. Ia menekankan bahwa kerja sama ini tidak hanya memperkuat hubungan strategis dengan Rusia, tetapi juga membuka akses pasar bagi produsen Indonesia ke lima negara anggota EAEU—Armenia, Belarus, Kazakhstan, Kirgizstan, dan Rusia.

Pada kesempatan tersebut, Prabowo menyatakan bahwa perjanjian tersebut menjadi fondasi perdagangan Selatan-Selatan yang berkelanjutan, dengan potensi menjangkau lebih dari 290 juta konsumen di wilayah Indonesia. Ia menilai langkah ini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui peningkatan ekspor dan daya saing produk lokal di pasar global.

Dalam pidatonya, Presiden juga menyampaikan bahwa Indonesia membuka peluang kerja sama teknologi dengan Rusia, khususnya dalam pengembangan energi nuklir, pengolahan pupuk, dan eksplorasi blok migas. Ia menilai kolaborasi ini sejalan dengan program hilirisasi sumber daya alam yang sedang digalakkan di berbagai daerah.

Ketua DPD RI Sultan B Najamudin memberikan apresiasi terhadap langkah diplomatik Presiden, menilai bahwa kehadiran Indonesia dalam forum internasional seperti EEF menunjukkan konsistensi kebijakan luar negeri yang berbasis pada persahabatan dan kepercayaan. Ia menekankan bahwa skema FTA tidak hanya memperluas akses pasar, tetapi juga mendorong investasi dan penciptaan lapangan kerja di wilayah terdampak.

Kebijakan ini, menurut Sultan, menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas pengelolaan sumber daya alam dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional. Ia menegaskan bahwa kerja sama dengan Rusia dan negara-negara EAEU berpotensi mengakselerasi transformasi ekonomi Indonesia melalui transfer teknologi dan penguatan kapasitas industri lokal.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya