Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Prabowo Dorong Perdagangan Indonesia-Rusia Capai Rp88T

Presiden Prabowo Subianto menegaskan potensi perdagangan Indonesia-Rusia telah mencapai Rp88,28 triliun dan berjanji akan ditingkatkan signifikan melalui kerja sama ekonomi strategis.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 17.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Prabowo Dorong Perdagangan Indonesia-Rusia Capai Rp88T
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyatakan komitmen kuat untuk memperluas kerja sama ekonomi bilateral dengan Rusia dalam forum ekonomi internasional di Vladivostok. Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan bahwa keunggulan ekonomi kedua negara bersifat komplementer, bukan saling tumpang tindih. Menurutnya, keberadaan sumber daya alam, teknologi, dan kapasitas produksi yang berbeda menjadi fondasi kuat untuk pertumbuhan perdagangan yang berkelanjutan.

Ia menyoroti keunggulan Rusia dalam sektor energi, pertanian, pupuk, serta inovasi teknologi tinggi, sementara Indonesia unggul dalam komoditas pertanian seperti kelapa sawit, kopi, dan karet, serta industri tekstil dan furnitur. Selain itu, Indonesia juga menawarkan pasar besar dengan potensi konsumsi dari 680 juta penduduk ASEAN. Dengan kombinasi ini, Prabowo meyakini adanya peluang besar untuk memperkuat aliran perdagangan dua arah.

Pencapaian perdagangan tahun lalu mencapai angka hampir US$5 miliar atau setara Rp88,28 triliun, meningkat 21,7% dibandingkan tahun sebelumnya dan naik 33,7% dibandingkan 2023. Prabowo menegaskan bahwa angka tersebut bukan batas maksimal, melainkan titik awal dari upaya lebih besar. Ia menilai momentum ini harus dimanfaatkan secara optimal, terlebih dengan mulai berlakunya Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia dengan Eurasian Economic Union (EAEU) pada awal 2027.

Dalam forum tersebut, Prabowo mengusulkan agar target perdagangan bilateral dilipatgandakan dalam masa tinjauan pertama perjanjian tersebut. Ia menekankan pentingnya mempererat hubungan antar komunitas bisnis kedua negara, khususnya dalam mendorong akses pasar ke ASEAN melalui Indonesia. Sebagai pusat RCEP dan pasar terbesar di kawasan, Indonesia diharapkan menjadi jembatan strategis bagi pelaku usaha EAEU untuk masuk ke ekosistem ekonomi regional yang dinamis.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya