Prabowo Dorong Perdagangan Indonesia-Rusia Capai Rp88T
Presiden Prabowo Subianto menegaskan potensi perdagangan Indonesia-Rusia telah mencapai Rp88,28 triliun dan berjanji akan ditingkatkan signifikan melalui kerja sama ekonomi strategis.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 17.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 6x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyatakan komitmen kuat untuk memperluas kerja sama ekonomi bilateral dengan Rusia dalam forum ekonomi internasional di Vladivostok. Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan bahwa keunggulan ekonomi kedua negara bersifat komplementer, bukan saling tumpang tindih. Menurutnya, keberadaan sumber daya alam, teknologi, dan kapasitas produksi yang berbeda menjadi fondasi kuat untuk pertumbuhan perdagangan yang berkelanjutan.
Ia menyoroti keunggulan Rusia dalam sektor energi, pertanian, pupuk, serta inovasi teknologi tinggi, sementara Indonesia unggul dalam komoditas pertanian seperti kelapa sawit, kopi, dan karet, serta industri tekstil dan furnitur. Selain itu, Indonesia juga menawarkan pasar besar dengan potensi konsumsi dari 680 juta penduduk ASEAN. Dengan kombinasi ini, Prabowo meyakini adanya peluang besar untuk memperkuat aliran perdagangan dua arah.
Pencapaian perdagangan tahun lalu mencapai angka hampir US$5 miliar atau setara Rp88,28 triliun, meningkat 21,7% dibandingkan tahun sebelumnya dan naik 33,7% dibandingkan 2023. Prabowo menegaskan bahwa angka tersebut bukan batas maksimal, melainkan titik awal dari upaya lebih besar. Ia menilai momentum ini harus dimanfaatkan secara optimal, terlebih dengan mulai berlakunya Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia dengan Eurasian Economic Union (EAEU) pada awal 2027.
Dalam forum tersebut, Prabowo mengusulkan agar target perdagangan bilateral dilipatgandakan dalam masa tinjauan pertama perjanjian tersebut. Ia menekankan pentingnya mempererat hubungan antar komunitas bisnis kedua negara, khususnya dalam mendorong akses pasar ke ASEAN melalui Indonesia. Sebagai pusat RCEP dan pasar terbesar di kawasan, Indonesia diharapkan menjadi jembatan strategis bagi pelaku usaha EAEU untuk masuk ke ekosistem ekonomi regional yang dinamis.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Demonstrasi Prancis Ricuh, Massa Protes Biaya Hidup
Aksi protes nasional di Paris dan Marseille memicu bentrokan dengan polisi akibat ketidakpuasan terhadap kenaikan harga bahan bakar dan biaya hidup yang tinggi.
25 Oktober 2026

Houthi Negasi Serangan ke Makkah dan Madinah, Sebut Klaim Saudi Bohong
Kelompok Houthi menyangkal tudingan Arab Saudi bahwa rudal mereka menargetkan Makkah dan Madinah, menyebut pernyataan tersebut sebagai kebohongan besar.
25 Oktober 2026

4 Pilot Tewas dalam Tabrakan Pesawat Latih di Filipina
Dua pesawat latih SF-260 Angkatan Udara Filipina bertabrakan saat latihan, menewaskan empat pilot di Pangkalan Udara Fernando, Batangas.
25 Oktober 2026

Supervisor 34 Tahun Cari Kerja Sesuai Pengalaman
Seorang supervisor berusia 34 tahun berjuang menemukan pekerjaan yang sesuai keterampilan setelah kontrak kerja berakhir, dengan pilihan terbatas dan harapan tetap optimistis meski harus memulai dari bawah.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Gubernur Tegaskan Kedisiplinan Waktu Jadi Syarat Utama JRF 2026
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

Ribuan Orang Ditahan dalam Aksi Protes Prancis Terkait Biaya Hidup
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

Raharjati Raih Medali Perak Panjat Tebing Dunia di Santiago
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

OJK Tekankan Kewaspadaan dalam Manfaatkan Pembiayaan Digital
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Moto2 dan Moto3 Australia Dibatalkan Akibat Cuaca Ekstrem
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Vape Berisiko Sebabkan Cedera Paru dan Penyalahgunaan Narkoba
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Prancis Siap Blokir Media Sosial Jelang Demo Rompi Kuning
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Indonesia Tekankan Konservasi Air Lewat Pengelolaan Daratan Terpadu
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.26 WITA

