Prabowo Dorong Rute Langsung Indonesia-Rusia untuk Perkuat Hubungan Bilateral
Menteri Pertahanan RI menekankan pentingnya penerbangan dan pelayaran langsung antara Indonesia dan Rusia untuk memperkuat kerja sama strategis dan ekonomi.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 20.20 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibukaKendari, ıNarasikita - Menteri Pertahanan Republik Indonesia menegaskan komitmen pemerintah dalam memperluas konektivitas antarnegara, khususnya melalui penerbangan dan pelayaran langsung antara Indonesia dan Rusia. Ia menilai rute langsung akan mempercepat mobilitas personel, perdagangan, dan pertukaran budaya, sekaligus menandai langkah konkret dalam memperkuat hubungan bilateral.
Dalam pernyataan resmi, Prabowo menyebut bahwa pesawat terbang bukan hanya alat transportasi, tetapi simbol persahabatan yang menghubungkan dua negara dengan kedekatan strategis. Ia menekankan bahwa keterbukaan akses transportasi udara dan laut akan membuka peluang kerja sama di bidang pertahanan, teknologi, dan energi.
Ia juga menyoroti potensi pengembangan pelabuhan dan bandara sebagai titik penting dalam ekosistem konektivitas kawasan. Peningkatan infrastruktur tersebut, menurutnya, akan mendukung keberlanjutan kerja sama ekonomi dan pertahanan di masa depan, terutama dalam konteks kemitraan strategis yang terus berkembang.
Tujuan utama dari inisiatif ini adalah menciptakan koneksi yang lebih efisien dan berkelanjutan antara dua negara, yang mampu mengurangi ketergantungan pada rute transit dan mempercepat respons dalam kerja sama multilateral. Prabowo menegaskan bahwa pemerintah terus mendorong kebijakan yang mendukung integrasi regional dan global.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan campuran solar B50, memicu minat belajar dari Jepang hingga negara Eropa terkait implementasi dan regulasinya.
9 September 2026

48 Jam Listrik Padam, Warga Gambia Aksi Massal Tuntut Presiden Mundur
Pemadaman listrik berkepanjangan selama 48 jam di Gambia memicu unjuk rasa besar-besaran di Banjul dan daerah lain, dengan massa menuntut presiden Adama Barrow mundur, sementara pihak berwenang mengaku penyebabnya adalah lonjakan beban dan gangguan teknis.
9 September 2026

Warga Bantaran Rel Senen Diberi Hunian Sementara oleh Pemerintah
Ratusan warga eks bantaran rel Senen kini tinggal di hunian sementara yang disediakan pemerintah, menandai realisasi program relokasi dan penataan kawasan.
9 September 2026

Pemerintah Siapkan Rp17 T untuk Bansos Beras Hingga Akhir 2026
Pemerintah menyiapkan anggaran Rp17 triliun untuk penyaluran bantuan beras 30 kg per keluarga penerima hingga akhir 2026, dengan distribusi secara rutin dan terkonsentrasi.
9 September 2026
Berita Lainnya
Pemadaman Listrik Berlanjut di Kendari dan Konawe, Tertunda Hingga Malam Hari
Rabu, 9 September 2026, 11.21 WITA
ASN Tunggak Pajak Kendaraan Siap Dikenai Sanksi TPP
Rabu, 9 September 2026, 11.21 WITA
Kebiasaan Malam Sederhana Tingkatkan Kesehatan Kulit
Rabu, 9 September 2026, 11.21 WITA
Skandal Kuota Haji Rp622 Miliar Terungkap, Saksi Sebut Ada Instruksi Ketik Nama
Rabu, 9 September 2026, 11.21 WITA
Pemkot Kendari Tuntaskan Pembangunan Jembatan Wawo
Rabu, 9 September 2026, 11.20 WITA

KPK Diminta Telusuri Aliran Dana Kasus Tambang di Bombana
Rabu, 9 September 2026, 11.20 WITA

KPK Diminta Usut Tuntas Dugaan Korupsi di Tambang Nikel Kabaena
Rabu, 9 September 2026, 11.20 WITA

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA


