Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Prabowo Dorong Semua Warga Punya Rekening Bank untuk Efisiensi Bantuan

Presiden memerintahkan BRI dan BSI siapkan rekening nasional berbasis data Dukcapil guna percepatan penyaluran bantuan melalui sistem digital.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 7 September 2026, 22.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Prabowo Dorong Semua Warga Punya Rekening Bank untuk Efisiensi Bantuan
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Presiden Prabowo Subianto mengarahkan pemerintah untuk memastikan setiap warga Indonesia memiliki rekening bank sebagai bagian dari upaya transformasi sistem distribusi bantuan sosial. Arahan ini disampaikan dalam rapat terbatas yang digelar di Istana, dihadiri sejumlah petinggi bank milik negara, termasuk Direktur Utama BRI, BTN, dan Bank Syariah Indonesia. Tujuannya adalah mempercepat dan memastikan penyaluran program pemerintah sampai ke penerima akhir secara langsung dan transparan.

Dalam rapat, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa tingkat inklusi keuangan nasional telah mencapai 93,62%, sedangkan literasi keuangan berada pada angka 63,57%. Angka ini dinilai lebih tinggi dibanding rata-rata negara anggota OECD, yang memiliki standar literasi keuangan sebesar 63%. Data tersebut menjadi dasar strategi penguatan infrastruktur keuangan inklusif di tingkat nasional.

Untuk mewujudkan rekening bagi seluruh warga, Presiden memerintahkan BRI dan Bank Syariah Indonesia (BSI) untuk mempersiapkan rekening secara massal. Proses pendataan akan menggunakan informasi dari Dukcapil yang kemudian diverifikasi dan diintegrasikan dengan sistem pembayaran digital milik Bank Indonesia, termasuk QRIS. Integrasi data ini bertujuan menjamin akurasi dan keamanan dalam transaksi keuangan masyarakat.

Pemerintah juga menegaskan komitmen melanjutkan bantuan beras sebanyak 30 kg per keluarga hingga bulan Desember 2026, seiring antisipasi dampak El Nino terhadap ketahanan pangan. Dengan sistem rekening yang terintegrasi, penyaluran bantuan diharapkan lebih efisien, minim penyelewengan, dan dapat dilacak secara digital.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya