Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Prabowo: Hubungan RI-Rusia Lebih dari 50 Tahun, Kemitraan Strategis Kian Kuat

Presiden Prabowo Subianto menegaskan kedekatan historis dan potensi kerja sama strategis dengan Rusia dalam pertemuan dengan Putin di Vladivostok.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 13.49 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Prabowo: Hubungan RI-Rusia Lebih dari 50 Tahun, Kemitraan Strategis Kian Kuat
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan rasa terima kasih atas undangan menjadi tamu kehormatan utama dalam Forum Ekonomi Timur ke-11 yang diselenggarakan di Vladivostok, Rusia. Dalam pertemuan bilateral tersebut, Prabowo menekankan bahwa kehadiran Indonesia di forum tersebut mencerminkan komitmen kuat dalam memperkuat hubungan bilateral di berbagai sektor. Ia menyebut forum ini sebagai momentum penting untuk memperluas konektivitas ekonomi dan maritim antara kedua negara.

Prabowo menegaskan bahwa Indonesia, sebagai negara kepulauan di kawasan Pasifik, sangat menghargai kerja sama maritim dan logistik dengan Rusia. Ia menilai forum tersebut memiliki potensi besar sebagai jembatan untuk memperkuat kerja sama ekonomi dan infrastruktur di kawasan Timur. Dalam kesempatan itu, ia menegaskan komitmen Indonesia untuk terus memperluas kolaborasi di bidang energi, pertahanan, teknologi, dan pertanian demi saling menguntungkan.

Hubungan antara Indonesia dan Rusia, menurut Prabowo, telah berlangsung lebih dari lima dasawarsa dengan dasar persahabatan yang kokoh. Ia menekankan bahwa Rusia merupakan mitra strategis yang penting bagi Indonesia dalam konteks geopolitik dan ekonomi global. “Kami bangga dan gembira bahwa hubungan kita telah berkembang menjadi kemitraan strategis,” ujar Prabowo, menegaskan bahwa kedua negara memiliki komitmen bersama untuk menumbuhkan kerja sama lintas sektor.

Dalam pertemuan tersebut, Prabowo juga menyampaikan ucapan selamat atas peringatan Hari Nasional Federasi Rusia pada 12 Juni, serta atas penyelenggaraan KTT ASEAN-Rusia ke-35 yang dijadwalkan pada 18 Juni 2026. Ia meminta maaf atas ketidakhadiran dalam acara tersebut karena alasan dalam negeri yang tak dapat ditinggalkan. Namun, Prabowo menegaskan bahwa kehadirannya di Vladivostok merupakan bentuk pembayaran atas komitmen yang tidak terpenuhi, menunjukkan keseriusan Indonesia dalam memperkuat hubungan bilateral.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya