Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Prabowo Minta Maaf Tak Hadiri Peringatan Hari Nasional Rusia

Presiden Prabowo menyampaikan permintaan maaf atas ketidakhadirannya dalam peringatan Hari Nasional Rusia dan KTT ASEAN-Rusia 2026, sekaligus menegaskan komitmen memperkuat kemitraan strategis dengan Moskow.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 13.42 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Prabowo Minta Maaf Tak Hadiri Peringatan Hari Nasional Rusia
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada Presiden Rusia Vladimir Putin atas ketidakhadirannya dalam peringatan Hari Nasional Federasi Rusia pada 12 Juni 2026 serta KTT Peringatan ASEAN-Rusia ke-35 yang berlangsung pada 18 Juni tahun yang sama. Alasannya, sejumlah urusan domestik yang tak bisa ditinggalkan memaksa dirinya menunda hadir secara fisik pada dua forum strategis tersebut. Namun, Prabowo menegaskan bahwa ketidakhadiran itu bukan berarti melemahnya komitmen terhadap hubungan bilateral.

Dalam jamuan santap siang bersama Putin di Vladivostok, Prabowo menegaskan bahwa kunjungannya ke kota tersebut merupakan bentuk pembayaran kewajiban diplomatik. “Saya membayar hutang saya dengan hadir di sini,” ujarnya, menandaskan bahwa kehadirannya di forum ekonomi regional terbesar di kawasan Timur Rusia merupakan langkah nyata untuk memperkuat hubungan strategis kedua negara. Ia menilai bahwa kedua negara memiliki fondasi sejarah yang kuat, terjalin selama lebih dari lima dekade.

Prabowo menyampaikan apresiasi atas keramahan dan kesan positif yang diberikan oleh pemimpin Rusia selama kunjungannya. Ia menekankan bahwa Indonesia dan Rusia kini berada dalam posisi kemitraan strategis yang semakin matang, terutama dalam bidang ekonomi, perdagangan, dan kerja sama maritim. Sebagai negara kepulauan yang berhadapan langsung dengan Samudra Pasifik, Indonesia melihat pentingnya keterhubungan regional dan kolaborasi dalam isu-isu maritim.

Forum Ekonomi Timur (Eastern Economic Forum) ke-11 yang berlangsung pada 1–4 September 2026 menjadi momen strategis bagi Presiden Prabowo untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra ekonomi yang relevan di kawasan Asia-Pasifik. Ia menilai forum ini sebagai wadah penting untuk menumbuhkan investasi, perdagangan, dan kolaborasi energi antar negara. Prabowo menegaskan bahwa Indonesia siap memperluas kerja sama di berbagai sektor guna menciptakan manfaat bersama.

Dalam pertemuan bilateral, kedua pemimpin membahas berbagai peluang kerja sama yang dapat diwujudkan dalam waktu dekat, termasuk dalam bidang pertanian, teknologi, dan infrastruktur. Prabowo menegaskan bahwa hubungan Indonesia-Rusia bukan sekadar hubungan tradisional, melainkan dinamis dan berkelanjutan. Kunjungan ini, kata dia, merupakan bagian dari upaya sistematis untuk memperkuat kerja sama bilateral di tengah dinamika global yang terus berubah.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya