Prabowo: Perdagangan Jadi Senjata, Butuh Sistem Keuangan Ganda
Presiden Prabowo menekankan perlunya diversifikasi sistem keuangan global pasca-fragmentasi geopolitik, dengan membangun jembatan kerja sama lintas sektor.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 18.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 6x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Dalam pidatonya di Forum Ekonomi Timur ke-11 di Vladivostok, Rusia, Presiden Prabowo Subianto menggarisbawahi tantangan global yang kini didominasi oleh fragmentasi geopolitik dan penggunaan perdagangan sebagai alat tekanan oleh negara-negara tertentu. Ia menyatakan bahwa dunia sedang menghadapi masa sulit di mana aliran perdagangan tidak lagi sepenuhnya bebas, melainkan sering kali dipengaruhi oleh kebijakan politik.
Prabowo menyoroti bagaimana rantai pasok global kini dibentuk ulang berdasarkan persepsi keamanan dan kecurigaan antarnegara. Ia menyebut bahwa sistem keuangan pun terpecah menurut geografi, menciptakan ketidaksetaraan akses dan risiko terhadap ketahanan ekonomi. Dalam konteks ini, ia menekankan pentingnya memperkuat kerja sama lintas sektor, termasuk pangan, energi, ilmu pengetahuan, logistik, dan perdagangan, sebagai respons konkret terhadap ketegangan global.
Ia menegaskan bahwa ketahanan sistem keuangan global tidak boleh bergantung pada satu arsitektur tunggal. Jika satu sistem mengalami gangguan, sistem lain harus tetap mampu menjaga kelancaran aliran dana. Ketersediaan saluran pembayaran dan penyelesaian transaksi yang andal, menurutnya, menjadi kunci utama agar perdagangan internasional tidak lumpuh akibat ketergantungan pada satu mekanisme.
Namun, Prabowo menekankan bahwa tujuan bukan menggantikan sistem yang ada, melainkan memastikan adanya kerja sama antar sistem yang saling melengkapi. Dengan sistem keuangan yang berdampingan dan beroperasi secara sinergis, dunia dapat menjaga kesinambungan, stabilitas, serta kepercayaan dalam interaksi ekonomi global.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Demonstrasi Prancis Ricuh, Massa Protes Biaya Hidup
Aksi protes nasional di Paris dan Marseille memicu bentrokan dengan polisi akibat ketidakpuasan terhadap kenaikan harga bahan bakar dan biaya hidup yang tinggi.
25 Oktober 2026

Houthi Negasi Serangan ke Makkah dan Madinah, Sebut Klaim Saudi Bohong
Kelompok Houthi menyangkal tudingan Arab Saudi bahwa rudal mereka menargetkan Makkah dan Madinah, menyebut pernyataan tersebut sebagai kebohongan besar.
25 Oktober 2026

4 Pilot Tewas dalam Tabrakan Pesawat Latih di Filipina
Dua pesawat latih SF-260 Angkatan Udara Filipina bertabrakan saat latihan, menewaskan empat pilot di Pangkalan Udara Fernando, Batangas.
25 Oktober 2026

Supervisor 34 Tahun Cari Kerja Sesuai Pengalaman
Seorang supervisor berusia 34 tahun berjuang menemukan pekerjaan yang sesuai keterampilan setelah kontrak kerja berakhir, dengan pilihan terbatas dan harapan tetap optimistis meski harus memulai dari bawah.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Gubernur Tegaskan Kedisiplinan Waktu Jadi Syarat Utama JRF 2026
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

Ribuan Orang Ditahan dalam Aksi Protes Prancis Terkait Biaya Hidup
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

Raharjati Raih Medali Perak Panjat Tebing Dunia di Santiago
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

OJK Tekankan Kewaspadaan dalam Manfaatkan Pembiayaan Digital
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Moto2 dan Moto3 Australia Dibatalkan Akibat Cuaca Ekstrem
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Vape Berisiko Sebabkan Cedera Paru dan Penyalahgunaan Narkoba
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Prancis Siap Blokir Media Sosial Jelang Demo Rompi Kuning
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Indonesia Tekankan Konservasi Air Lewat Pengelolaan Daratan Terpadu
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.26 WITA

