Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Prabowo: Perdagangan Jadi Senjata, Butuh Sistem Keuangan Ganda

Presiden Prabowo menekankan perlunya diversifikasi sistem keuangan global pasca-fragmentasi geopolitik, dengan membangun jembatan kerja sama lintas sektor.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 18.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Prabowo: Perdagangan Jadi Senjata, Butuh Sistem Keuangan Ganda
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Dalam pidatonya di Forum Ekonomi Timur ke-11 di Vladivostok, Rusia, Presiden Prabowo Subianto menggarisbawahi tantangan global yang kini didominasi oleh fragmentasi geopolitik dan penggunaan perdagangan sebagai alat tekanan oleh negara-negara tertentu. Ia menyatakan bahwa dunia sedang menghadapi masa sulit di mana aliran perdagangan tidak lagi sepenuhnya bebas, melainkan sering kali dipengaruhi oleh kebijakan politik.

Prabowo menyoroti bagaimana rantai pasok global kini dibentuk ulang berdasarkan persepsi keamanan dan kecurigaan antarnegara. Ia menyebut bahwa sistem keuangan pun terpecah menurut geografi, menciptakan ketidaksetaraan akses dan risiko terhadap ketahanan ekonomi. Dalam konteks ini, ia menekankan pentingnya memperkuat kerja sama lintas sektor, termasuk pangan, energi, ilmu pengetahuan, logistik, dan perdagangan, sebagai respons konkret terhadap ketegangan global.

Ia menegaskan bahwa ketahanan sistem keuangan global tidak boleh bergantung pada satu arsitektur tunggal. Jika satu sistem mengalami gangguan, sistem lain harus tetap mampu menjaga kelancaran aliran dana. Ketersediaan saluran pembayaran dan penyelesaian transaksi yang andal, menurutnya, menjadi kunci utama agar perdagangan internasional tidak lumpuh akibat ketergantungan pada satu mekanisme.

Namun, Prabowo menekankan bahwa tujuan bukan menggantikan sistem yang ada, melainkan memastikan adanya kerja sama antar sistem yang saling melengkapi. Dengan sistem keuangan yang berdampingan dan beroperasi secara sinergis, dunia dapat menjaga kesinambungan, stabilitas, serta kepercayaan dalam interaksi ekonomi global.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya