Kamis, 17 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Prabowo Prediksi Dampak Ekonomi Kopdes Merah Putih Terasa 2027

Presiden Prabowo Subianto meyakini program Koperasi Desa Merah Putih akan membawa dampak ekonomi nyata pada 2027, dengan efisiensi rantai pasok dan peningkatan kesejahteraan petani serta konsumen.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 17 September 2026, 15.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Prabowo Prediksi Dampak Ekonomi Kopdes Merah Putih Terasa 2027📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyatakan keyakinannya bahwa dampak ekonomi dari program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) akan mulai terasa pada akhir 2027. Ia menilai bahwa transformasi sistem distribusi melalui koperasi ini akan membawa perubahan signifikan dalam akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok secara lebih terjangkau dan langsung dari produsen. Proyeksi tersebut berdasarkan pengalaman dan perencanaan sistemik yang tengah dikembangkan secara nasional.

Hingga saat ini, baru sekitar 6.000 unit Kopdes Merah Putih yang telah beroperasi secara aktif di berbagai wilayah. Meski jumlah tersebut masih tergolong terbatas, Presiden optimistis bahwa peningkatan jumlah koperasi akan mendorong efek domino dalam perekonomian desa. Ia menekankan bahwa peran koperasi bukan hanya sebagai lembaga ekonomi, tetapi sebagai alat strategis untuk memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi lokal.

Salah satu keunggulan utama Kopdes Merah Putih adalah kemampuannya memangkas rantai distribusi yang selama ini terlalu panjang. Dalam praktik sebelumnya, hasil pertanian petani harus melewati hingga lima perantara sebelum sampai ke tangan konsumen. Setiap lapisan tersebut mengambil margin keuntungan yang signifikan, mencapai 30 hingga 40 persen, yang berdampak langsung pada kenaikan harga akhir produk.

Dengan hadirnya Kopdes, petani dapat menjual hasil panen langsung kepada konsumen atau melalui jaringan koperasi yang terintegrasi. Hal ini tidak hanya meningkatkan pendapatan petani, tetapi juga menurunkan harga bagi masyarakat. Prabowo menegaskan bahwa model ini menciptakan keseimbangan ekonomi yang lebih adil, di mana produsen mendapatkan penghasilan lebih optimal, sementara konsumen memperoleh barang dengan harga yang lebih terjangkau.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya