Prabowo Soroti Peran Strategis Indonesia di Asia-Pasifik
Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen kuat Indonesia sebagai mitra kunci Rusia di Asia-Pasifik dan sahabat terpercaya dalam kerangka ASEAN dalam forum EEF ke-11 di Vladivostok.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 07.43 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato sebagai tamu kehormatan utama dalam Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, pada Kamis (3/9). Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden Vladimir Putin serta pemerintah Federasi Rusia atas kesempatan berbicara di forum internasional yang menarik perhatian global. Pidato itu menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama bilateral di berbagai sektor strategis.
Prabowo menekankan bahwa Rusia merupakan mitra penting bagi Indonesia, yang terus diperkuat melalui kolaborasi lintas bidang. Ia menyoroti pentingnya hubungan strategis kedua negara dalam konteks stabilitas regional dan pertumbuhan ekonomi. Dalam jamuan makan siang bersama Putin, Prabowo menegaskan bahwa kerja sama Indonesia-Rusia tidak hanya terbatas pada politik, tetapi juga meluas ke bidang energi, pertahanan, dan teknologi.
Presiden Putin sendiri menyebut Indonesia sebagai mitra kunci di kawasan Asia-Pasifik dan sahabat terpercaya dalam kerangka ASEAN. Ia menilai Indonesia memiliki peran sentral dalam menjaga keseimbangan regional serta mendukung keberlanjutan kerja sama multilateral. Ungkapan itu ditegaskan langsung dalam pertemuan bilateral yang disiarkan secara langsung dari Jakarta, menunjukkan tingginya nilai strategis Indonesia dalam arsitektur geopolitik global.
Di sisi lain, terkait peristiwa yang melibatkan prajurit TNI AL di Thailand, Mabes TNI menyatakan kesiapan melakukan evaluasi jika terbukti ada pelanggaran dalam penugasan. Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen TNI Muhammad Nas menegaskan bahwa setiap penugasan personel memiliki mekanisme dan ketentuan yang berlaku. Jika terdapat penyimpangan dari prosedur, maka evaluasi akan dilakukan secara tegas.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan campuran solar B50, memicu minat belajar dari Jepang hingga negara Eropa terkait implementasi dan regulasinya.
9 September 2026

48 Jam Listrik Padam, Warga Gambia Aksi Massal Tuntut Presiden Mundur
Pemadaman listrik berkepanjangan selama 48 jam di Gambia memicu unjuk rasa besar-besaran di Banjul dan daerah lain, dengan massa menuntut presiden Adama Barrow mundur, sementara pihak berwenang mengaku penyebabnya adalah lonjakan beban dan gangguan teknis.
9 September 2026

Warga Bantaran Rel Senen Diberi Hunian Sementara oleh Pemerintah
Ratusan warga eks bantaran rel Senen kini tinggal di hunian sementara yang disediakan pemerintah, menandai realisasi program relokasi dan penataan kawasan.
9 September 2026

Pemerintah Siapkan Rp17 T untuk Bansos Beras Hingga Akhir 2026
Pemerintah menyiapkan anggaran Rp17 triliun untuk penyaluran bantuan beras 30 kg per keluarga penerima hingga akhir 2026, dengan distribusi secara rutin dan terkonsentrasi.
9 September 2026
Berita Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Data Ekonomi India Dikritik, Mantan Pejabat Sebut Manipulasi Sistemik
Rabu, 9 September 2026, 07.34 WITA


