Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Prabowo Soroti Peran Strategis Indonesia di Asia-Pasifik

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen kuat Indonesia sebagai mitra kunci Rusia di Asia-Pasifik dan sahabat terpercaya dalam kerangka ASEAN dalam forum EEF ke-11 di Vladivostok.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 07.43 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Prabowo Soroti Peran Strategis Indonesia di Asia-Pasifik
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato sebagai tamu kehormatan utama dalam Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, pada Kamis (3/9). Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden Vladimir Putin serta pemerintah Federasi Rusia atas kesempatan berbicara di forum internasional yang menarik perhatian global. Pidato itu menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama bilateral di berbagai sektor strategis.

Prabowo menekankan bahwa Rusia merupakan mitra penting bagi Indonesia, yang terus diperkuat melalui kolaborasi lintas bidang. Ia menyoroti pentingnya hubungan strategis kedua negara dalam konteks stabilitas regional dan pertumbuhan ekonomi. Dalam jamuan makan siang bersama Putin, Prabowo menegaskan bahwa kerja sama Indonesia-Rusia tidak hanya terbatas pada politik, tetapi juga meluas ke bidang energi, pertahanan, dan teknologi.

Presiden Putin sendiri menyebut Indonesia sebagai mitra kunci di kawasan Asia-Pasifik dan sahabat terpercaya dalam kerangka ASEAN. Ia menilai Indonesia memiliki peran sentral dalam menjaga keseimbangan regional serta mendukung keberlanjutan kerja sama multilateral. Ungkapan itu ditegaskan langsung dalam pertemuan bilateral yang disiarkan secara langsung dari Jakarta, menunjukkan tingginya nilai strategis Indonesia dalam arsitektur geopolitik global.

Di sisi lain, terkait peristiwa yang melibatkan prajurit TNI AL di Thailand, Mabes TNI menyatakan kesiapan melakukan evaluasi jika terbukti ada pelanggaran dalam penugasan. Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen TNI Muhammad Nas menegaskan bahwa setiap penugasan personel memiliki mekanisme dan ketentuan yang berlaku. Jika terdapat penyimpangan dari prosedur, maka evaluasi akan dilakukan secara tegas.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya