Prabowo Soroti Prestasi 2 Tahun Pemerintahan
Presiden menekankan pentingnya bangga terhadap capaian nyata pemerintahan dalam dua tahun, termasuk penegakan hukum dan perlindungan kekayaan negara dari penyelundupan.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 21 Oktober 2026, 17.31 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 51x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa hasil kerja pemerintahan selama dua tahun terakhir layak menjadi sumber kebanggaan bagi seluruh rakyat Indonesia. Dalam sidang kabinet paripurna di Istana Kepresidenan, ia menyampaikan apresiasi tinggi kepada jajaran Kabinet Merah Putih atas kinerja yang telah menunjukkan dampak nyata di berbagai sektor. Menurutnya, keberhasilan ini bukan alasan untuk merasa sombong, melainkan motivasi untuk terus berupaya lebih baik.
Ia menyoroti pentingnya sikap bangga terhadap pencapaian sendiri, mengingat kecenderungan masyarakat yang kerap mengagumi prestasi luar negeri sambil meremehkan upaya dalam negeri. Menurut Prabowo, keberhasilan ini merupakan hasil dari kerja keras dan pengorbanan kolektif yang telah dilakukan oleh para pemimpin dan aparatur negara. Ia menyatakan secara pribadi merasa bangga menjadi pemimpin yang dipercaya rakyat, karena telah melihat perubahan nyata dalam dua tahun terakhir.
Salah satu fokus utama dalam dua tahun pemerintahan adalah pemberantasan penyelundupan, baik dalam bentuk narkotika maupun barang komoditas strategis seperti tekstil dan bahan baku industri. Prabowo menekankan bahwa penyelundupan bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi tindakan yang merusak ekonomi nasional dan mengancam ketahanan industri dalam negeri. Setiap upaya menyelundupkan barang ilegal, kata dia, merupakan bentuk pengkhianatan terhadap kepentingan bangsa.
Ia juga menyoroti penyalahgunaan kekayaan alam yang selama ini menjadi perhatian serius, termasuk penyelundupan timah, emas, batu bara, kayu, serta BBM dan pupuk subsidi. Menurutnya, selama bertahun-tahun kekayaan negara telah dirampas oleh pihak-pihak tertentu, baik dari dalam maupun luar negeri. Prabowo menegaskan bahwa sistem yang memungkinkan praktik tersebut berlangsung harus direvisi, karena tidak dapat dibenarkan dalam konteks keberlanjutan dan kemandirian nasional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Pemerintah membangun 66 unit hunian tetap di dua lokasi di Lhokseumawe untuk memulihkan tempat tinggal warga terdampak bencana hidrometeorologi pada November 2025.
24 Oktober 2026

Rasio Elektrifikasi Nasional Tembus 99,8 Persen, Tantangan di Desa Masih Menanti
Rasio elektrifikasi Indonesia telah mencapai 99,8 persen, namun sekitar 11.000 desa dan dusun masih belum terjangkau listrik, dengan target pemerintah menyediakan akses listrik untuk semua hingga 2029.
24 Oktober 2026

Mentan Tekankan Kesiapan Swasembada Pangan Hadapi La Nina
Pemerintah siap menghadapi dampak La Nina melalui kesiapan infrastruktur dan kolaborasi nasional untuk menjaga ketahanan pangan secara berkelanjutan.
24 Oktober 2026

DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam Raih Penghargaan Energi Subroto 2026
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam meraih penghargaan terbaik dalam kategori Tata Kelola dan Kepatuhan di ajang Penghargaan Energi Subroto 2026.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

