Senin, 14 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Prabowo Tekankan Dividen Perdamaian di Forum Timur Rusia

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pentingnya kerja sama regional untuk memperkuat stabilitas dan memanfaatkan dividen perdamaian di forum ekonomi di Vladivostok.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 17.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Prabowo Tekankan Dividen Perdamaian di Forum Timur Rusia📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Dalam kesempatan pidato di Forum Ekonomi Timur ke-11 di Vladivostok, Presiden Prabowo Subianto menekankan bahwa stabilitas di kawasan Asia Tenggara lahir dari kesadaran kolektif para pemimpin negara untuk menyelesaikan permasalahan besar melalui dialog, bukan konfrontasi. Ia menyoroti bahwa meskipun sebelumnya kawasan pernah mengalami ketegangan dan perbedaan signifikan, kebijakan bersama justru menempatkan prioritas pada isu-isu kemanusiaan seperti kemiskinan, akses layanan kesehatan, pendidikan, infrastruktur, serta penciptaan lapangan kerja.

Menurut Prabowo, keputusan untuk memilih konsultasi daripada konflik telah membawa ASEAN menuju hasil nyata selama hampir enam dekade: dividen perdamaian. Dengan kondisi yang stabil, sektor ekonomi dan sosial mampu berkembang, termasuk aktivitas produksi pertanian, operasional industri, perjalanan maritim, serta investasi swasta. Ia menegaskan bahwa stabilitas memungkinkan anak-anak sekolah, keluarga merencanakan masa depan, dan masyarakat hidup dalam suasana aman.

Dalam upaya memperluas manfaat perdamaian tersebut, Prabowo mengajak Rusia dan negara-negara anggota Uni Ekonomi Eurasia (EAEU) untuk memperdalam kerja sama lintas kawasan. Ia menyoroti perjanjian perdagangan bebas Indonesia–EAEU yang telah ditandatangani di St. Petersburg pada 21 Desember 2025, melibatkan Armenia, Belarus, Kazakhstan, Kirgizstan, Rusia, dan Komisi Ekonomi Eropa. Perjanjian ini mencakup penghapusan atau pengurangan bea masuk terhadap 11.882 pos tarif, lebih dari 90 persen dari total barang yang diperdagangkan.

Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia telah menyelesaikan proses persetujuan parlemen terhadap perjanjian tersebut, dan pada bulan Juli 2026 ia telah menandatangani Peraturan Presiden untuk meratifikasi kesepakatan tersebut. Ia menekankan komitmen pemerintah untuk mendorong integrasi ekonomi regional yang berkelanjutan, sekaligus menegaskan bahwa perdamaian bukan hanya tujuan, tetapi fondasi utama bagi kemajuan bersama.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya