Prabowo Tekankan Pembangunan Berkelanjutan untuk Kesejahteraan Rakyat
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi harus berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat, melalui kebijakan seperti MBG, swasembada pangan, dan hilirisasi sumber daya alam.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 16.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan visi pembangunan berkelanjutan dalam forum ekonomi internasional di Vladivostok, Rusia, pada Kamis (3/9/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan bahwa tujuan pembangunan bukan sekadar pertumbuhan angka ekonomi, melainkan pencapaian kesejahteraan nyata bagi seluruh lapisan masyarakat. Ia menegaskan bahwa mandat tersebut bukan hanya untuk wilayah Timur Jauh Rusia, tetapi juga menjadi dasar kebijakan yang dijalankan di Indonesia.
Prabowo menjelaskan bahwa pendekatan ekonomi Indonesia dibangun atas tiga pilar utama: realisme, pragmatisme, dan komitmen terhadap kesejahteraan bersama. Ia menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan dengan melindungi kelompok rentan, mengelola sumber daya alam secara bijak, serta memastikan investasi jangka panjang untuk kebutuhan dasar rakyat. Menurutnya, pembangunan yang berhasil adalah yang terasa di meja makan keluarga, bukan hanya di laporan keuangan perusahaan.
Dalam konteks konkret, ia menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bentuk komitmen nyata terhadap kesejahteraan anak dan ibu hamil. Program ini, lanjutnya, tidak terlepas dari upaya menjamin swasembada pangan dan ketahanan energi nasional. Selain itu, percepatan hilirisasi sumber daya alam dirancang untuk menciptakan industri dalam negeri yang mampu menghasilkan keterampilan, lapangan kerja, dan nilai tambah yang berkelanjutan.
Prabowo menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi yang sejati bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan transformasi yang mampu mengangkat jutaan orang dari kemiskinan menuju kehidupan yang bermartabat. Ia menyampaikan bahwa pertanyaan mendasar yang diajukan oleh forum ekonomi di Timur Jauh—bagaimana kekayaan wilayah dapat diubah menjadi kesejahteraan nyata—juga menjadi fokus utama kebijakan Indonesia.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Topan Champi Rusak Infrastruktur Taiwan, Ratusan Terluka dan Ribuan Dievakuasi
Topan Champi melanda Taipei pada malam Jumat (23/10/2026), menyebabkan satu korban tewas, lebih dari 500 luka, ribuan warga dievakuasi, dan listrik padam untuk lebih dari 77 ribu rumah.
25 Oktober 2026

Kim Jong Un Kunjungi China Lewat Jembatan Baru Yalu
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un tiba di Dandong, China, melalui jembatan baru di Sungai Yalu, menandai pertemuan diplomatik penting menjelang peringatan perang Korea.
25 Oktober 2026

Jasa Marga Jalankan Preservasi Berkala Jalan Tol
Jasa Marga kembali lakukan pemeliharaan rutin jalan tol secara terjadwal untuk jaga keandalan infrastruktur dan minimalkan gangguan perjalanan pengguna.
25 Oktober 2026

Santri Klaten Diharapkan Jadi Pilar Pembangunan Indonesia Emas
Pemkab Klaten dorong santri jadi agen perubahan melalui pendidikan dan kerukunan, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Lonjakan Pasien RS di Kalteng Akibat Kabut Asap, Kemenkes Percepat Bantuan Medis
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.29 WITA

Klaten Perluas Akses PAUD Dukung Wajar 13 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.28 WITA

Operasi Modifikasi Cuaca Turunkan Polusi Selama Acara Besar
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Presiden Tak Bisa Hentikan Gibran Secara Sepihak, Tegas Anggota DPR Gerindra
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Tito Karnavian Masuk Lima Besar Menteri dengan Kinerja Terbaik
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

PDIP Respons Ajakan PKS Periksa Ijazah Wapres Gibran
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Ledakan di Lapak Besi Tua, Tim Jibom Sterilisasi TKP
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Kumitra Jambore 2026 Dorong Integrasi UMKM Kalsel ke Pasar Nasional
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

