Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Prabowo Tekankan Pembangunan Berkelanjutan untuk Kesejahteraan Rakyat

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi harus berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat, melalui kebijakan seperti MBG, swasembada pangan, dan hilirisasi sumber daya alam.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 16.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Prabowo Tekankan Pembangunan Berkelanjutan untuk Kesejahteraan Rakyat
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan visi pembangunan berkelanjutan dalam forum ekonomi internasional di Vladivostok, Rusia, pada Kamis (3/9/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan bahwa tujuan pembangunan bukan sekadar pertumbuhan angka ekonomi, melainkan pencapaian kesejahteraan nyata bagi seluruh lapisan masyarakat. Ia menegaskan bahwa mandat tersebut bukan hanya untuk wilayah Timur Jauh Rusia, tetapi juga menjadi dasar kebijakan yang dijalankan di Indonesia.

Prabowo menjelaskan bahwa pendekatan ekonomi Indonesia dibangun atas tiga pilar utama: realisme, pragmatisme, dan komitmen terhadap kesejahteraan bersama. Ia menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan dengan melindungi kelompok rentan, mengelola sumber daya alam secara bijak, serta memastikan investasi jangka panjang untuk kebutuhan dasar rakyat. Menurutnya, pembangunan yang berhasil adalah yang terasa di meja makan keluarga, bukan hanya di laporan keuangan perusahaan.

Dalam konteks konkret, ia menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bentuk komitmen nyata terhadap kesejahteraan anak dan ibu hamil. Program ini, lanjutnya, tidak terlepas dari upaya menjamin swasembada pangan dan ketahanan energi nasional. Selain itu, percepatan hilirisasi sumber daya alam dirancang untuk menciptakan industri dalam negeri yang mampu menghasilkan keterampilan, lapangan kerja, dan nilai tambah yang berkelanjutan.

Prabowo menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi yang sejati bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan transformasi yang mampu mengangkat jutaan orang dari kemiskinan menuju kehidupan yang bermartabat. Ia menyampaikan bahwa pertanyaan mendasar yang diajukan oleh forum ekonomi di Timur Jauh—bagaimana kekayaan wilayah dapat diubah menjadi kesejahteraan nyata—juga menjadi fokus utama kebijakan Indonesia.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya