Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Prajurit TNI AL Diperiksa Usai Hadiri Kontes Kecantikan Transgender

Seorang prajurit TNI AL yang bertugas sebagai ajudan anggota DPD RI diperiksa setelah terlihat menghadiri Miss Equality World 2026 di Thailand mengenakan seragam dinas harian.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 16.43 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Prajurit TNI AL Diperiksa Usai Hadiri Kontes Kecantikan Transgender
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Prajurit TNI AL yang bertugas sebagai ajudan anggota DPD RI kini menjalani pemeriksaan oleh Komando Lantamal Denpasar menyusul kehadirannya dalam ajang Miss Equality World 2026 di Bangkok, Thailand. Kegiatan tersebut menarik perhatian publik setelah foto prajurit yang mengenakan Pakaian Dinas Harian (PDH) saat mendampingi tokoh publik di acara kecantikan transgender tersebar di media sosial.

Kepala Lanal Denpasar, Kolonel Laut (P) Ary Mahayasa, menyatakan pihaknya sedang mendalami prosedur dan alasan kehadiran prajurit tersebut. Ia menegaskan bahwa pemeriksaan masih berlangsung secara internal, termasuk memverifikasi dokumen dan surat tugas resmi yang dikeluarkan oleh pihak terkait. "Kami sedang mengkaji seluruh aspek, termasuk dari sisi aturan dan kewenangan," ujar Ary saat dikonfirmasi di markas Lanal Denpasar.

Menurut Ary, prajurit tersebut memang telah ditugaskan sebagai ajudan sejak satu tahun lalu berdasarkan surat resmi dari anggota DPD RI yang bersangkutan. Surat tersebut mencatatkan tugas pengawalan dan pendampingan dalam kegiatan resmi yang tidak melibatkan fungsi militer. Namun, kehadiran prajurit dalam acara yang berbau selebriti dan kecantikan menimbulkan pertanyaan terkait kesesuaian tata cara penggunaan seragam dinas.

Pihak Lanal menegaskan bahwa jika terbukti ada pelanggaran aturan, tindakan disiplin akan diberikan sesuai prosedur yang berlaku. "Proses pemeriksaan masih berjalan. Jika ditemukan pelanggaran, tentu akan ada konsekuensi sesuai peraturan," kata Ary. Ia juga menekankan bahwa kehadiran prajurit bukan atas inisiatif pribadi, melainkan berdasarkan tugas resmi yang diberikan oleh pejabat yang berwenang.

Anggota DPD RI yang bersangkutan sebelumnya menyatakan bahwa kehadirannya di acara tersebut bukan dalam kapasitas jabatan resmi, melainkan sebagai tokoh pariwisata Bali yang menerima penghargaan. Ia mengaku tidak menyadari secara detail bahwa acara tersebut berupa kontes kecantikan transgender. "Saya hadir menerima penghargaan, tidak mengetahui secara mendalam soal format acaranya," ujar dia.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya