Senin, 5 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pramono Evaluasi Ulang Kebijakan Ganjil-Genap di Kawasan Strategis

Gubernur DKI Jakarta memastikan evaluasi menyeluruh terhadap penerapan ganjil-genap di Jalan Gajah Mada, Hayam Wuruk, dan Kota Tua menyusul proyek MRT fase 2 yang ditargetkan selesai 2027.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 4 Oktober 2026, 23.00 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Pramono Evaluasi Ulang Kebijakan Ganjil-Genap di Kawasan Strategis📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan pihaknya kini tengah melakukan kajian mendalam terhadap rencana perluasan kebijakan ganjil-genap ke sejumlah ruas jalan kunci, termasuk Gajah Mada, Hayam Wuruk, dan kawasan Kota Tua di Jakarta Utara. Ia menegaskan bahwa keputusan akhir mengenai penerapan kebijakan tersebut akan segera diambil setelah hasil kajian selesai dianalisis.

Pertimbangan utama dalam evaluasi ini terkait dengan proyek pembangunan MRT fase 2 yang diharapkan selesai pada tahun 2027. Pramono menjelaskan bahwa jika infrastruktur permukaan yang saat ini sedang dikerjakan selesai sesuai rencana, maka pertimbangan terhadap kelangsungan ganjil-genap akan ditinjau kembali secara menyeluruh.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Budi Awaluddin, menambahkan bahwa evaluasi tidak hanya berfokus pada dampak terhadap kelancaran lalu lintas, tetapi juga melibatkan aspek ekonomi dan aktivitas masyarakat sehari-hari. Ia menyoroti pentingnya meninjau kembali rute-rute yang saat ini terdampak, terutama mengingat kebijakan ganjil-genap telah berlaku selama satu dekade sejak 30 Agustus 2016.

Kebijakan ini awalnya diterapkan sebagai pengganti sistem 3 in 1 yang dianggap kurang efektif. Secara teknis, kendaraan dengan nomor pelat ganjil atau genap hanya diperbolehkan melintas di jalan tertentu sesuai tanggal kalender. Saat ini, aturan tersebut berlaku di 26 ruas utama pada hari kerja, dengan waktu operasional pukul 06.00–10.00 dan 16.00–21.00 WIB, mencakup jalan-jalan strategis seperti Sudirman, M.H. Thamrin, M.T. Haryono, hingga H.R. Rasuna Said.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya