Presiden AS Pingsan di Jamuan Jepang, Jadi Isu Politik
Kesehatan Presiden AS George H. W. Bush yang menurun saat jamuan kenegaraan di Tokyo pada 1992 berdampak besar pada citra politiknya dan memperkuat keunggulan lawannya, Bill Clinton, dalam pemilu tahun itu.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 12 September 2026, 15.38 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 9x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pada 8 Januari 1992, kunjungan kenegaraan Presiden Amerika Serikat George H. W. Bush ke Jepang berubah menjadi momen tak terduga saat ia tiba-tiba jatuh pingsan dan muntah di tengah jamuan makan malam resmi. Peristiwa tersebut terjadi saat Bush duduk di meja utama bersama Perdana Menteri Jepang Kiichi Miyazawa. Tanpa peringatan, ia kehilangan kesadaran, mengalami muntah yang mengenai tamu utama, dan akhirnya terjatuh dari kursinya.
Keributan langsung mewarnai ruangan yang sebelumnya berlangsung dalam suasana formal. Tim keamanan Secret Service dan perwakilan Jepang segera mengevakuasi Bush, yang sempat tidak sadarkan diri selama beberapa menit. Meski sempat terlihat lemah, ia kemudian sadar, tersenyum, dan mengacungkan jempol kepada para tamu sebagai bentuk penegasan bahwa kondisinya membaik. Setelah itu, ia mengundurkan diri dari acara untuk beristirahat di kamar pribadinya di Istana Akasaka.
Hasil pemeriksaan medis menyatakan bahwa Bush menderita gastroenteritis akut, gangguan pencernaan akut yang menyebabkan mual hebat dan kelemahan tubuh. Penyebab pasti belum diketahui, meski diperkirakan terkait makanan yang dikonsumsi—termasuk sushi—atau kondisi fisik akibat jadwal padat yang dilalui sebelumnya. Keesokan harinya, kondisinya pulih dan ia kembali menjalani agenda resmi tanpa hambatan.
Namun, insiden tersebut tidak hanya menjadi perbincangan dalam lingkaran diplomatik, tetapi juga menyebar luas di media global. Rekaman kejadian itu menjadi bahan lelucon di berbagai acara komedi Amerika dan menggambarkan Bush sebagai pemimpin yang mulai kehilangan vitalitas. Di tengah suasana politik yang memanas menjelang pemilu 1992, perbandingan antara Bush yang terlihat lelah dan lawannya, Bill Clinton, yang tampil muda serta penuh energi, menjadi pembeda besar dalam narasi publik.
Meski tidak menjadi faktor tunggal, momen tersebut menjadi simbol melemahnya citra Bush di mata pemilih. Dalam pemilu November 1992, ia kalah dalam upaya mempertahankan jabatan, dan Clinton berhasil menggantikannya sebagai presiden Amerika Serikat. Insiden di Tokyo, meski bersifat medis, menjadi bagian penting dalam sejarah politik AS yang menunjukkan betapa sensitifnya citra pemimpin terhadap kejadian kecil yang terjadi di panggung internasional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Uang Rp10 Miliar dari Sofa Penginapan Terancam Gulingkan Presiden Afrika Selatan
Skandal pencurian uang tunai Rp10,18 miliar dari sofa penginapan milik Presiden Afrika Selatan memicu gelombang kritik dan upaya pemakzulan yang kini kembali bergulir di pengadilan.
12 September 2026

Indonesia Perkuat Nelayan Skala Kecil Melalui Program Kampung Nelayan Merah Putih
Indonesia menegaskan komitmen terhadap perikanan skala kecil dengan perkuatan kebijakan dan program nyata seperti KNMP di forum internasional FAO.
12 September 2026

Harga BBM Non Subsidi Naik Per 1 September 2026
Harga beberapa jenis bahan bakar minyak non subsidi di seluruh SPBU di Indonesia mengalami kenaikan mulai 1 September 2026, dengan kenaikan tertinggi pada produk bensin RON 98 dan solar premium.
12 September 2026

Prabowo Hadiri KTT BRICS ke-18 di New Delhi
Presiden Prabowo Subianto tiba di New Delhi untuk menghadiri KTT BRICS ke-18, memperkuat posisi Indonesia sebagai anggota baru blok ekonomi global.
12 September 2026
Berita Lainnya

Batasi Daya Baterai di Bawah 50% Saat Angkut Mobil Listrik via Kapal
Sabtu, 12 September 2026, 22.41 WITA

Jakarta Diminta Evaluasi Kebutuhan Utang Sebelum Terbitkan Obligasi
Sabtu, 12 September 2026, 22.41 WITA

<Kesalahan Strategis AS Pasca 9/11 Dibongkar Eks Diplomat>
Sabtu, 12 September 2026, 22.36 WITA

Polisi Thailand Bekuk Sindikat Obat Diet Ilegal Senilai Rp26,7 M
Sabtu, 12 September 2026, 22.36 WITA

Donasi Rp858 Miliar dari Investor Kripto untuk Partai Populis Inggris
Sabtu, 12 September 2026, 22.35 WITA

Sinergi Bulog-TNI Percepat Penyaluran Bantuan Pangan Nasional
Sabtu, 12 September 2026, 22.31 WITA

Celine Dion Siap Hadirkan 26 Konser di Paris Setelah Pemulihan dari Penyakit Langka
Sabtu, 12 September 2026, 22.23 WITA

Dodhy Umumkan Bubar, Kangen Band Berakhir karena Kekerasan Internal
Sabtu, 12 September 2026, 22.22 WITA


