Presiden Filipina Beri Grasi kepada Terpidana Mati Mary Jane Veloso
Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr resmi mengeluarkan grasi bagi Mary Jane Veloso, terpidana mati kasus narkoba di Indonesia, yang kini telah kembali ke negaranya setelah hampir 15 tahun dipenjara.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 25 September 2026, 17.32 WITA·👁 3 orang membaca· 3 hari ini · 4x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr secara resmi menandatangani keputusan pengampunan atau grasi terhadap Mary Jane Veloso, warga negara Filipina yang divonis hukuman mati di Indonesia karena kasus penyelundupan narkoba. Pengumuman tersebut disampaikan langsung kepada awak media dalam kunjungan ke kota Batac, Jumat (25/9), di mana ia menyatakan telah menyelesaikan proses hukum pengampunan tersebut. Keputusan ini menjadi langkah penting dalam proses pemulihan status hukum Mary Jane setelah dipulangkan dari Indonesia pada Desember 2024 sebagai bagian dari kesepakatan bilateral.
Mary Jane, yang awalnya datang ke Indonesia sebagai asisten rumah tangga, ditangkap pada 2010 di Bandara Adisucipto Yogyakarta setelah ditemukan membawa 2,6 kilogram heroin dalam koper. Ia divonis mati oleh pengadilan Indonesia, namun eksekusi sempat ditunda pada 2015 setelah pihak Filipina berhasil menangkap seseorang yang diduga sebagai perekrutnya. Setelah hampir 15 tahun menjalani hukuman, ia kembali ke Filipina dalam proses repatriasi yang disetujui kedua negara.
Kini, dengan dikeluarkannya grasi oleh presiden Filipina, Mary Jane diperkirakan segera bebas dari penjara. Meskipun belum disebutkan secara pasti kapan grasi tersebut berlaku, pihak hukum dan keluarganya menyatakan bahwa tidak ada tuntutan hukum lain yang mengancam dirinya. Dengan demikian, ia berpotensi segera dipulangkan ke keluarga setelah menjalani masa hukuman di Filipina.
Pengacara Mary Jane telah menyampaikan kabar pengampunan ini kepada keluarganya. Ibunda Mary Jane, Celia Veloso, mengungkapkan kebahagiaan mendalam atas keputusan tersebut. Ia menyampaikan bahwa kedua anak laki-lakinya, yang sebelumnya tak bisa bertemu ibu mereka, kini merasa lega dan berharap bisa segera bersatu kembali. “Akhirnya mereka bisa berkumpul kembali dengan Mama,” kata Celia, yang menghubungi AFP melalui telepon.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Hannah Einbinder Soroti Genosida dalam Aksi Protes Netanyahu
Aktor Hacks, Hannah Einbinder, menegaskan fokus protesnya bukan pada kariernya, melainkan pada perang genosida yang dilancarkan Israel terhadap Palestina dan Lebanon Selatan.
25 September 2026

Akses Media Kembali Dibuka Usai Putusan Hakim
Gedung Putih mencabut larangan akses bagi CNN, MS NOW, dan Politico setelah hakim memutuskan pencabutan kredensial melanggar hak konstitusional.
25 September 2026

Gugatan Ijazah Gibran Di MK Jadi Ujian Kredibilitas Sistem Demokrasi
Sidang gugatan PHPU terkait syarat pendidikan Gibran Rakabuming Raka menimbulkan pertanyaan kritis tentang transparansi dan akuntabilitas dalam proses verifikasi calon pemimpin nasional.
25 September 2026

KPK Geledah Kantor BPN Mojokerto, Temukan Amplop Uang dari Pemohon
Penggeledahan KPK di BPN Mojokerto mengungkap istri tersangka suap di Kementerian ATR/BPN dan menemukan uang dari para pemohon layanan pertanahan.
25 September 2026
Berita Lainnya

Rupiah Menguat di Akhir Pekan, Dolar AS Melemah
Jumat, 25 September 2026, 17.47 WITA

IHSG Anjlok Lebih dari 1% Jelang Penutupan Pepekan
Jumat, 25 September 2026, 17.47 WITA

Ram Jethmal Punjabi Perkuat Kepemilikan Saham RAAM
Jumat, 25 September 2026, 17.47 WITA

IHSG Terpuruk 0,82% ke 6.247 di Akhir Pekan
Jumat, 25 September 2026, 17.46 WITA

Aturan Baru Pelaporan Insidental Resmi Berlaku 1 Oktober
Jumat, 25 September 2026, 17.46 WITA

OJK Jelaskan Mekanisme Transaksi Saham BYAN di Pasar Negosiasi
Jumat, 25 September 2026, 17.46 WITA

KAI Usulkan Impor KRL Bekas Jepang untuk Atasi Kekurangan Armada
Jumat, 25 September 2026, 17.46 WITA

Imbal Hasil Obligasi AS Tembus Puncak 22 Tahun
Jumat, 25 September 2026, 17.46 WITA

