Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Presiden Gelar Rapat Terkait Karhutla dengan Menteri Kunci

Presiden Prabowo memimpin rapat koordinasi dengan menteri terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan, menyusul penyebaran asap yang meluas ke wilayah tetangga.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 15.41 WITA·👁 3 orang membaca· 1 hari ini · 31x dibuka
Presiden Gelar Rapat Terkait Karhutla dengan Menteri Kunci📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menggelar pertemuan khusus dengan sejumlah menteri di Istana pada sore hari ini, 19 Oktober, untuk membahas strategi percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Rapat ini menjadi tindak lanjut dari pertemuan gabungan yang sebelumnya digelar di kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan. Kepala Staf Kepresidenan, Dudung Abdurachman, menyampaikan bahwa rapat akan difokuskan pada peningkatan koordinasi antarlembaga dalam mengatasi permasalahan asap.

Dudung menegaskan bahwa pemerintah secara konsisten memprioritaskan penanganan karhutla, baik melalui rapat virtual maupun tatap muka. Ia menekankan pentingnya sinergi antarinstansi guna menjaga keamanan, ketenteraman, dan kesejahteraan masyarakat yang terdampak asap. Langkah ini menunjukkan komitmen tinggi pemerintah dalam mencegah kebakaran lahan yang berdampak luas, terutama di musim kemarau.

Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pada pukul 08.00 WIB, sebaran asap akibat karhutla masih meluas ke arah barat laut hingga timur laut. Wilayah yang terdampak meliputi Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Kepulauan Riau, Bengkulu, Kepulauan Bangka Belitung, Sumatera Selatan, dan Lampung. Asap dari wilayah tersebut juga terdeteksi mencapai wilayah negara tetangga.

Pantauan BMKG menunjukkan bahwa asap dari Sumatera telah menyebar ke Semenanjung Malaysia dan Singapura, sementara asap dari Kalimantan memengaruhi wilayah Sarawak. Fenomena pencemaran lintas batas ini menjadi perhatian serius, mengingat dampak kesehatan dan ekonomi yang ditimbulkan. Pemerintah terus memperkuat langkah mitigasi dan penanganan darurat untuk mengurangi risiko kebakaran yang berulang.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya