Presiden Kamerun Kembali dari Swiss Tanpa Perubahan Kabinet
Setelah lebih dari 10 minggu tinggal di Jenewa, Paul Biya kembali ke Kamerun tanpa membentuk kabinet baru atau menunjuk wakil presiden, menimbulkan kekecewaan di kalangan warga.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 23 Oktober 2026, 21.01 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 24x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Setelah hampir tiga bulan menginap di Jenewa, Swiss, Presiden Kamerun Paul Biya akhirnya tiba kembali di ibu kota Yaoundé pada 20 Agustus 2026. Kedatangan sang pemimpin negara yang telah menjabat sejak 1982 ini justru tidak diiringi langkah konkret dalam pembentukan struktur pemerintahan baru, seperti yang sempat dijanjikan dalam pidato tahunan pada Desember 2025. Sejak kembali terpilih secara aklamasi pada Oktober 2025, Biya—yang kini berusia 93 tahun—tidak pernah menunjukkan tanda-tanda kehadiran di Kamerun, melainkan memilih tinggal di Eropa.
Pertama kali meninggalkan negara pada 7 Juni 2026, Biya memilih Jenewa sebagai tempat tinggal sementara, sebuah kebiasaan yang juga pernah dilakukannya pada periode 2024. Alasan di balik keputusan ini belum diklarifikasi secara resmi, meskipun berbagai spekulasi muncul di kalangan publik, termasuk isu kesehatan yang memengaruhi kemampuannya menjalankan tugas secara rutin. Kehadiran Presiden yang seharusnya menjadi pusat kebijakan negara pun terus terhambat oleh keberadaan jauh dari wilayah administrasi utama.
Sejumlah warga Kamerun menyatakan kekecewaan terhadap ketidakhadiran langkah konkret dari Biya setelah kembali. Salah satunya, Elvis Mbi, yang menyebut bahwa harapan masyarakat untuk reformasi pemerintahan tidak terwujud. “Setiap warga Kamerun berharap sekembalinya ia [Biya] ke tanah air, ia akan melakukan perubahan dalam pemerintahan, tetapi sampai saat ini belum ada apa-apa,” ungkapnya. Harapan itu muncul dari janji yang disampaikan dalam pidato akhir tahun 2025, di mana Biya menyatakan kabinet baru akan dibentuk dalam beberapa hari mendatang.
Namun, hingga kini, lebih dari sembilan bulan setelah pernyataan tersebut, tidak ada tindakan nyata yang dilakukan. Tidak ada pengumuman pembentukan kabinet, tidak pula pengangkatan Wakil Presiden, meski Biya telah kembali ke negara. Kondisi ini memperkuat kekhawatiran tentang keberlanjutan stabilitas pemerintahan di Kamerun, terutama di tengah tuntutan reformasi dan transparansi yang terus meningkat dari masyarakat sipil.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Pemerintah membangun 66 unit hunian tetap di dua lokasi di Lhokseumawe untuk memulihkan tempat tinggal warga terdampak bencana hidrometeorologi pada November 2025.
24 Oktober 2026

Rasio Elektrifikasi Nasional Tembus 99,8 Persen, Tantangan di Desa Masih Menanti
Rasio elektrifikasi Indonesia telah mencapai 99,8 persen, namun sekitar 11.000 desa dan dusun masih belum terjangkau listrik, dengan target pemerintah menyediakan akses listrik untuk semua hingga 2029.
24 Oktober 2026

Mentan Tekankan Kesiapan Swasembada Pangan Hadapi La Nina
Pemerintah siap menghadapi dampak La Nina melalui kesiapan infrastruktur dan kolaborasi nasional untuk menjaga ketahanan pangan secara berkelanjutan.
24 Oktober 2026

DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam Raih Penghargaan Energi Subroto 2026
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam meraih penghargaan terbaik dalam kategori Tata Kelola dan Kepatuhan di ajang Penghargaan Energi Subroto 2026.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

