Presiden Terima Laporan Progres 100 Kampung Nelayan dan Distribusi Kapal Bantuan
Presiden Prabowo Subianto menerima laporan langsung dari Menteri Kelautan dan Perikanan serta Menteri Investasi terkait perkembangan 100 Kampung Nelayan dan penyaluran kapal bantuan untuk nelayan di seluruh Indonesia.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 12.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Presiden Prabowo Subianto bertemu langsung dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono serta Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Rosan Roeslani di Hambalang, Kabupaten Bogor, pada Selasa (1/9/2026). Pertemuan tersebut difokuskan pada evaluasi terkini terhadap program pembangunan 100 Kampung Nelayan serta progres pendistribusian kapal bantuan kepada nelayan di berbagai wilayah.
Kedua menteri menyampaikan bahwa pembangunan kawasan nelayan telah mencapai tahap krusial di sejumlah lokasi, dengan fokus pada peningkatan infrastruktur dasar, akses air bersih, dan fasilitas produksi hasil laut. Program ini dirancang untuk memperbaiki kondisi hidup masyarakat pesisir, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi melalui pemanfaatan potensi kelautan secara optimal.
Dalam laporan yang disampaikan, distribusi kapal bantuan telah menjangkau ratusan nelayan di berbagai provinsi, termasuk wilayah Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara, dan Maluku. Kapal-kapal tersebut disalurkan sebagai bentuk dukungan langsung terhadap kemampuan melaut, dengan harapan meningkatkan hasil tangkapan, mengurangi risiko di laut, serta memperkuat ketahanan ekonomi nelayan tradisional.
Pemerintah menekankan pentingnya sinergi antar kementerian dalam menjalankan program strategis ini. Koordinasi lintas sektor diharapkan mampu mempercepat realisasi target dan memastikan kemanfaatan program dirasakan secara merata oleh masyarakat pesisir. Tujuan utamanya adalah menciptakan kawasan pesisir yang berkelanjutan, produktif, dan layak huni.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Thailand Perpendek Masa Bebas Visa Jadi 30 Hari Mulai 2026
Thailand resmi memangkas masa tinggal bebas visa bagi turis asing dari 60 menjadi 30 hari, berlaku mulai 15 September 2026, termasuk bagi WNI yang tetap bisa masuk tanpa visa hingga 30 hari.
9 September 2026

BUK Migas Siap Jadi Pemimpin Utama Sektor Hulu
RUU Migas baru menetapkan BUK Migas sebagai entitas khusus yang mengelola seluruh aktivitas hulu, dengan otoritas penuh dan mandat langsung dari Presiden.
9 September 2026

RUU Migas Dipercepat, BUK Jadi Fokus Utama
DPR resmi tetapkan RUU Migas sebagai inisiatif dan percepat penyelesaian hingga Oktober 2026, dengan fokus utama pada bentuk dan posisi Badan Usaha Khusus (BUK) migas.
9 September 2026

Stok Beras Melimpah, Tapi Beras Premium 5 Kg Langka di Ritel
Meski stok beras nasional tinggi, beras premium kemasan 5 kg sulit ditemukan di ritel modern karena ketidakselarasan harga eceran tertinggi dengan biaya produksi di hulu.
9 September 2026
Berita Lainnya

Masker Sekali Pakai Tak Boleh Dicuci, Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 15.47 WITA

Larangan Bungkus Makanan Sarapan di Hotel, Ini Alasannya
Rabu, 9 September 2026, 15.44 WITA

Google Maps Bantu Lacak Lokasi Orang Terdekat Secara Real-Time
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Enam Gunung Api Meletus Bersamaan, Pakar Sebut Bukan Tanda Keterkaitan
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Demonstran Serang Anggota Parlemen, Proyek Resor Kushner Jadi Sorotan
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Indonesia Belum Siap Jadi Negara Maju Menurut Analisis Terbaru
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Bank Sentral Global Perkuat Cadangan Emas di Tengah Ketegangan Geopolitik
Rabu, 9 September 2026, 15.35 WITA

Kapal Filipina Ditangkap di Sulawesi, 25 Rumpon Ilegal Dibongkar
Rabu, 9 September 2026, 15.35 WITA


