Program Magang Nasional Pertimbangkan SMK/SMA
Kementerian Ketenagakerjaan kaji kemungkinan perluasan program magang nasional untuk lulusan SMA dan SMK, menyusul keberadaan program vokasi yang sudah menjangkau 300.000 peserta.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 21 Oktober 2026, 17.33 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 146x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kementerian Ketenagakerjaan saat ini sedang melakukan kajian mendalam terhadap wacana perluasan program magang nasional agar mencakup lulusan SMA dan SMK. Meski saat ini persyaratan utama program masih terbatas pada lulusan perguruan tinggi atau fresh graduate, pemerintah membuka ruang untuk mengevaluasi kemungkinan inklusi peserta dari jenjang menengah atas.
Kebijakan tersebut dipertimbangkan sebagai respons atas dinamika pasar kerja yang menunjukkan tingginya angka pengangguran di kalangan lulusan sarjana. Program magang nasional yang saat ini menyasar lulusan diploma dan sarjana dengan kuota 150.000 orang, dirancang sebagai jembatan untuk mengatasi kesulitan mencari pengalaman kerja. Durasi magang mencapai enam bulan dan dilengkapi uang saku sesuai standar upah minimum regional.
Sebagai alternatif, program vokasi nasional telah dijalankan secara intensif untuk lulusan SMK/SMA dengan target capaian 300.000 peserta. Program ini berlangsung selama empat bulan, tergantung bidang kejuruan, dan memberikan uang saku sekitar Rp20.000 per hari. Tujuannya adalah memperkuat keterampilan teknis agar lulusan siap langsung bekerja di industri.
Pemerintah menegaskan bahwa kedua program tetap berjalan paralel, dengan perbedaan fokus: magang nasional untuk fresh graduate perguruan tinggi, sementara vokasi nasional menekankan kesiapan kerja bagi lulusan menengah. Kajian terhadap perluasan magang untuk tingkat SMA/SMK dilakukan secara hati-hati agar tidak tumpang tindih dengan program vokasi yang telah berjalan.
Tujuan akhir dari kebijakan ini adalah menciptakan sistem pelatihan dan pengalaman kerja yang terstruktur, menekan angka pengangguran terbuka, dan memperkuat daya saing tenaga kerja Indonesia di tingkat nasional maupun global.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Pemerintah membangun 66 unit hunian tetap di dua lokasi di Lhokseumawe untuk memulihkan tempat tinggal warga terdampak bencana hidrometeorologi pada November 2025.
24 Oktober 2026

Rasio Elektrifikasi Nasional Tembus 99,8 Persen, Tantangan di Desa Masih Menanti
Rasio elektrifikasi Indonesia telah mencapai 99,8 persen, namun sekitar 11.000 desa dan dusun masih belum terjangkau listrik, dengan target pemerintah menyediakan akses listrik untuk semua hingga 2029.
24 Oktober 2026

Mentan Tekankan Kesiapan Swasembada Pangan Hadapi La Nina
Pemerintah siap menghadapi dampak La Nina melalui kesiapan infrastruktur dan kolaborasi nasional untuk menjaga ketahanan pangan secara berkelanjutan.
24 Oktober 2026

DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam Raih Penghargaan Energi Subroto 2026
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam meraih penghargaan terbaik dalam kategori Tata Kelola dan Kepatuhan di ajang Penghargaan Energi Subroto 2026.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

