Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Program Magang Nasional Pertimbangkan SMK/SMA

Kementerian Ketenagakerjaan kaji kemungkinan perluasan program magang nasional untuk lulusan SMA dan SMK, menyusul keberadaan program vokasi yang sudah menjangkau 300.000 peserta.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 21 Oktober 2026, 17.33 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 146x dibuka
Program Magang Nasional Pertimbangkan SMK/SMA📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kementerian Ketenagakerjaan saat ini sedang melakukan kajian mendalam terhadap wacana perluasan program magang nasional agar mencakup lulusan SMA dan SMK. Meski saat ini persyaratan utama program masih terbatas pada lulusan perguruan tinggi atau fresh graduate, pemerintah membuka ruang untuk mengevaluasi kemungkinan inklusi peserta dari jenjang menengah atas.

Kebijakan tersebut dipertimbangkan sebagai respons atas dinamika pasar kerja yang menunjukkan tingginya angka pengangguran di kalangan lulusan sarjana. Program magang nasional yang saat ini menyasar lulusan diploma dan sarjana dengan kuota 150.000 orang, dirancang sebagai jembatan untuk mengatasi kesulitan mencari pengalaman kerja. Durasi magang mencapai enam bulan dan dilengkapi uang saku sesuai standar upah minimum regional.

Sebagai alternatif, program vokasi nasional telah dijalankan secara intensif untuk lulusan SMK/SMA dengan target capaian 300.000 peserta. Program ini berlangsung selama empat bulan, tergantung bidang kejuruan, dan memberikan uang saku sekitar Rp20.000 per hari. Tujuannya adalah memperkuat keterampilan teknis agar lulusan siap langsung bekerja di industri.

Pemerintah menegaskan bahwa kedua program tetap berjalan paralel, dengan perbedaan fokus: magang nasional untuk fresh graduate perguruan tinggi, sementara vokasi nasional menekankan kesiapan kerja bagi lulusan menengah. Kajian terhadap perluasan magang untuk tingkat SMA/SMK dilakukan secara hati-hati agar tidak tumpang tindih dengan program vokasi yang telah berjalan.

Tujuan akhir dari kebijakan ini adalah menciptakan sistem pelatihan dan pengalaman kerja yang terstruktur, menekan angka pengangguran terbuka, dan memperkuat daya saing tenaga kerja Indonesia di tingkat nasional maupun global.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya