Program Pengelolaan Sampah Skala Besar untuk Daerah Timbulan 500 Ton/Hari
Pemerintah siapkan program pengelolaan sampah berbasis energi bagi daerah dengan timbulan di atas 500 ton per hari, termasuk melalui TPA provinsi seperti Banjarbakula.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 03.38 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Pemerintah akan menyalurkan program pengelolaan sampah berskala besar kepada daerah yang memiliki timbulan limbah melebihi 500 ton per hari, dengan fokus utama pada konversi sampah menjadi sumber energi listrik. Program ini dirancang sebagai langkah strategis dalam mendukung ketahanan energi nasional melalui optimalisasi sumber daya limbah padat. Kebijakan ini ditegaskan oleh Ketua Komisi II DPR RI, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, dalam acara penyerahan bantuan program lokal yang berfokus pada pengelolaan sampah di Banjarbaru.
Program skala besar ini akan diberikan secara khusus kepada wilayah yang telah memenuhi kriteria kuantitatif dan kualitatif, termasuk daerah dengan TPA tingkat provinsi seperti TPA Banjarbakula di Kalimantan Selatan. Kolaborasi antara pemerintah daerah, Kementerian Dalam Negeri, dan Danantara menjadi prasyarat penting agar pengelolaan sampah dapat berjalan efektif dan berkelanjutan. Tujuannya bukan hanya menangani limbah, tetapi juga mengubahnya menjadi aset energi yang bernilai ekonomi tinggi.
Untuk daerah dengan timbulan sampah 100 hingga 500 ton per hari, program Local Service Delivery Project (LSDP) tetap berjalan dengan alokasi dana rata-rata lebih dari Rp100 miliar per kabupaten/kota. Dana tersebut disalurkan langsung ke pemerintah daerah tanpa melalui pusat, sehingga memberikan otonomi dalam pengelolaan, namun tetap diawasi secara ketat oleh Komisi II DPR RI.
Rifqinizamy menekankan pentingnya pertanggungjawaban dalam penggunaan dana ratusan miliar rupiah tersebut. Ia meminta seluruh penerima bantuan, termasuk di Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur, untuk menjaga amanah dengan memastikan proyek seperti TPST dan TPS 3R tidak mangkrak. Ia menegaskan bahwa tujuan utama bukan sekadar penanganan sampah, tetapi juga perubahan budaya masyarakat menuju kebersihan yang lebih berkelanjutan.
Program ini diharapkan menjadi pemicu transformasi sistem pengelolaan sampah dari konvensional ke model berkelanjutan berbasis energi. Dengan pengelolaan yang baik, daerah dapat mengurangi beban lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan energi lokal, sekaligus menjadi contoh bagi wilayah lain dalam pemanfaatan limbah sebagai sumber daya strategis.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan campuran solar B50, memicu minat belajar dari Jepang hingga negara Eropa terkait implementasi dan regulasinya.
9 September 2026

48 Jam Listrik Padam, Warga Gambia Aksi Massal Tuntut Presiden Mundur
Pemadaman listrik berkepanjangan selama 48 jam di Gambia memicu unjuk rasa besar-besaran di Banjul dan daerah lain, dengan massa menuntut presiden Adama Barrow mundur, sementara pihak berwenang mengaku penyebabnya adalah lonjakan beban dan gangguan teknis.
9 September 2026

Warga Bantaran Rel Senen Diberi Hunian Sementara oleh Pemerintah
Ratusan warga eks bantaran rel Senen kini tinggal di hunian sementara yang disediakan pemerintah, menandai realisasi program relokasi dan penataan kawasan.
9 September 2026

Pemerintah Siapkan Rp17 T untuk Bansos Beras Hingga Akhir 2026
Pemerintah menyiapkan anggaran Rp17 triliun untuk penyaluran bantuan beras 30 kg per keluarga penerima hingga akhir 2026, dengan distribusi secara rutin dan terkonsentrasi.
9 September 2026
Berita Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Data Ekonomi India Dikritik, Mantan Pejabat Sebut Manipulasi Sistemik
Rabu, 9 September 2026, 07.34 WITA


