Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Purbaya Alokasikan Rp800 Miliar Tangani Beban Utang Whoosh

Pemerintah Kabupaten Buton Utara menyiapkan dana Rp800 miliar untuk menyelesaikan kewajiban keuangan terkait proyek Whoosh yang sempat menimbulkan keterlambatan dan masalah hukum.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 8 September 2026, 07.20 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Purbaya Alokasikan Rp800 Miliar Tangani Beban Utang Whoosh
Foto: Foto lokal iNarasikita

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Kabupaten Buton Utara (Purbaya) resmi mengalokasikan anggaran sebesar Rp800 miliar untuk menyelesaikan kewajiban keuangan terkait proyek Whoosh. Dana tersebut disiapkan sebagai bagian dari upaya menyelesaikan persoalan hukum dan administratif yang muncul akibat pelaksanaan proyek tersebut. Langkah ini dilakukan setelah sejumlah perubahan kebijakan dan evaluasi keuangan dilakukan secara internal.

Alokasi dana ini diprioritaskan untuk melunasi kewajiban yang masih tersisa terhadap pihak ketiga, termasuk kontraktor dan pihak yang terlibat dalam proses pembangunan. Kepala Daerah menyatakan komitmen penuh untuk menuntaskan masalah keuangan agar tidak mengganggu kinerja pemerintahan dan program pembangunan lainnya. Penyelesaian utang ini juga menjadi syarat penting untuk menghindari sanksi hukum dan memperbaiki citra keuangan daerah.

Dalam pernyataan resmi, Purbaya menegaskan bahwa proses penyelesaian utang dilakukan secara transparan dan sesuai peraturan perundang-undangan. Seluruh tahapan, mulai dari verifikasi kewajiban hingga pembayaran, telah melewati mekanisme audit internal dan evaluasi oleh tim koordinasi keuangan daerah. Tujuan utamanya adalah menciptakan kepastian hukum dan kepercayaan publik terhadap pengelolaan keuangan daerah.

Dengan penyelesaian utang Whoosh, Purbaya berharap dapat mempercepat realisasi program pembangunan lainnya yang lebih strategis dan berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Langkah ini juga diharapkan menjadi contoh konkret dalam penanganan proyek yang mengalami kendala, dengan pendekatan yang berbasis pada akuntabilitas dan kewajaran keuangan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya