Purbaya: BLU Whoosh Siap Hasilkan Rp800 Miliar Tahunan
Menteri Keuangan menegaskan bahwa pengelolaan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung melalui BLU di bawah Kemenkeu mampu menghasilkan keuntungan bersih Rp800 miliar per tahun, cukup untuk menutup kewajiban pembayaran utang tanpa beban tambahan.
Redaksi iNarasikita·Senin, 7 September 2026, 22.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Kementerian Keuangan kini menilai proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, atau Whoosh, berada dalam posisi keuangan yang dapat dikelola secara berkelanjutan. Dengan pengalihan pengelolaan dari Danantara ke bawah kendali Kemenkeu yang resmi terjadi pada 15 September 2026, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan keyakinan bahwa badan layanan umum (BLU) yang dibentuk khusus untuk mengelola proyek ini mampu menghasilkan keuntungan bersih sekitar Rp800 miliar per tahun.
Purbaya menekankan bahwa proyek ini tidak lagi bergantung pada dukungan keuangan langsung dari negara. Dengan pendapatan operasional dan potensi keuntungan dari aktivitas komersial, BLU yang dibentuk di bawah naungan Kemenkeu diyakini mampu menutup seluruh kewajiban keuangan proyek secara mandiri. Ia menegaskan bahwa rencana ini tidak memerlukan pembayaran khusus kepada pihak sebelumnya, termasuk Danantara.
Pengalihan kepemilikan dilakukan melalui pengambilalihan 60% saham PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), konsorsium yang terdiri dari WIKA, PT KAI, Jasamarga, dan PTPN III. Sementara 40% saham yang dimiliki oleh konsorsium China tetap dipertahankan, dan PSBI tidak dibubarkan. Dengan struktur ini, PT Kereta Api (Persero) yang sebelumnya menanggung beban utang proyek kini dilepaskan dari kewajiban keuangan langsung.
Purbaya menegaskan bahwa beban utang yang selama ini menjadi beban berat bagi PT KAI kini akan ditanggung oleh BLU yang berdiri sebagai entitas mandiri. Kewajiban pembayaran akan dipenuhi dari hasil operasional tahunan perusahaan, tanpa perlu menambah beban anggaran negara. Ia menegaskan bahwa proses ini tidak melibatkan pengeluaran dana baru, sehingga tidak membebani APBN.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


