Senin, 14 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Purbaya: Ekonomi Tumbuh 6,5% Dorong Bangkitnya Kelas Menengah

Menteri Keuangan optimistis pertumbuhan ekonomi 6,5% akan mendorong pemulihan daya beli dan ekspansi kelas menengah dalam dua tahun ke depan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 20.24 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Purbaya: Ekonomi Tumbuh 6,5% Dorong Bangkitnya Kelas Menengah📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional yang dipercepat hingga mencapai 6,5 persen per tahun menjadi kunci pemulihan kondisi kelas menengah dalam kurun waktu satu hingga dua tahun ke depan. Ia menyoroti bahwa tren pertumbuhan di bawah 5 persen dalam periode terakhir telah menyebabkan stagnasi sektor industri dan menurunnya penciptaan lapangan kerja formal, yang berdampak langsung pada penurunan pendapatan masyarakat menengah.

Dalam paparannya di acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Jakarta, Purbaya menekankan bahwa deindustrialisasi yang terjadi akibat pertumbuhan ekonomi yang melambat telah melemahkan basis produksi nasional. Ia menyatakan bahwa perbaikan struktural ini hanya bisa dicapai melalui percepatan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, bukan hanya melalui insentif semata.

Untuk mewujudkan target tersebut, pemerintah mengambil langkah strategis, termasuk fokus pada hilirisasi industri dan pemberian insentif khusus bagi sektor padat karya seperti tekstil. Selain itu, penyaluran Dana SAL ke perbankan komersial dilakukan untuk menekan suku bunga kredit, sehingga mendorong akses pembiayaan bagi pelaku usaha dan mendorong ekspansi sektor riil.

Pemerintah juga mempercepat reformasi regulasi dengan membentuk Satgas Debottlenecking untuk mengatasi hambatan perizinan yang menghambat kegiatan usaha. Di samping itu, sejumlah kebijakan fiskal, seperti pembebasan pajak bagi UMKM tertentu, diterapkan untuk meningkatkan daya saing dan daya tahan usaha mikro.

Purbaya menegaskan bahwa solusi utama bukan hanya pada insentif, melainkan pada penciptaan lingkungan ekonomi yang mampu tumbuh secara dinamis. "Ketika ekonomi tumbuh cepat, lapangan kerja formal muncul, pendapatan meningkat, dan kelas menengah pun tumbuh secara alami," ujarnya. Ia yakin bahwa dalam dua tahun ke depan, masyarakat menengah akan kembali menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya