Purbaya Pertimbangkan Prioritas, Tolak Permintaan Tambahan Anggaran K/L
Menteri Keuangan menolak sejumlah usulan tambahan anggaran 2027 karena keterbatasan dana, hanya menyetujui yang dinilai paling optimal bagi perekonomian nasional.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 8 September 2026, 15.27 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 12x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa tidak semua permintaan tambahan anggaran dari kementerian dan lembaga untuk tahun anggaran 2027 dapat dipenuhi. Ia menegaskan bahwa keterbatasan anggaran negara menjadi pertimbangan utama dalam proses seleksi, meskipun sejumlah instansi mengajukan peningkatan dana yang signifikan. “Jika semua menuntut hingga Rp1.000 triliun, tentu saja tidak mungkin. Kita tidak berada di tempat yang tak terbatas,” ujarnya saat berbincang di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (7/9).
Pembahasan anggaran dilakukan dengan prinsip alokasi berbasis efisiensi dan dampak ekonomi. Purbaya menekankan bahwa keputusan penyetujuan hanya diberikan kepada kementerian dan lembaga yang usulan anggarannya dinilai memberikan kontribusi paling besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. “Ini adalah realitas ekonomi—kita hidup dalam keterbatasan sumber daya. Kita harus memilih mana yang paling optimal,” katanya.
Beberapa kementerian dan lembaga telah mengajukan penambahan anggaran karena pagu indikatif yang diberikan dinilai belum mencukupi kebutuhan operasional dan program strategis. Di antaranya, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mengusulkan tambahan sebesar Rp157,76 triliun, Kejaksaan Agung meminta tambahan Rp22,1 triliun, Kementerian Pemuda dan Olahraga mengusulkan Rp4,01 triliun, serta Kementerian Sekretariat Negara mengajukan tambahan Rp6,62 triliun untuk menunjang pelayanan kepada kepala negara dan wakil presiden.
Keputusan final atas usulan tambahan anggaran akan dibahas lebih lanjut dalam proses penyusunan APBN 2027 di Dewan Perwakilan Rakyat. Namun, Purbaya menegaskan bahwa penilaian tetap berdasarkan kelayakan, efektivitas, dan konsistensi dengan prioritas pembangunan nasional. Tujuan akhir tetap memastikan anggaran digunakan secara bijak demi kesejahteraan rakyat dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

PTKP Ideal untuk 2027 Harus Sesuaikan Kebutuhan Hidup Dasar
Pemerintah sedang mempertimbangkan penyesuaian PTKP tahun 2027 berdasarkan realitas kebutuhan hidup layak, dengan filosofi bahwa PTKP harus mencerminkan beban dasar sebelum beban pajak dikenakan.
26 Oktober 2026

OJK Evaluasi Usulan Lembaga Rating Nasional
OJK menyambut baik usulan pembentukan lembaga rating pasar modal sendiri, menegaskan kesiapan melakukan kajian mendalam terhadap masukan dari DPR RI.
26 Oktober 2026

Singapura Bisa Gugat Indonesia di Arbitrase Jika Ekspor Gas Dipotong
Pemerintah diminta waspada terhadap risiko gugatan arbitrase internasional dari Singapura akibat pemangkasan pasokan gas bumi, mengingat kontrak komersial yang mengikat dan potensi ganti rugi besar.
26 Oktober 2026

Tito Karnavian Masuk Lima Menteri dengan Kinerja Terbaik Menurut Survei
Survei IPO menempatkan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di posisi lima besar menteri dengan penilaian kinerja terbaik, setelah Amran Sulaiman, Agus Harimurti Yudhoyono, Zulkifli Hasan, dan Sugiono.
26 Oktober 2026
Berita Lainnya

Barcelona Gagal Ukir Rekor 10 Kemenangan Beruntun di El Clasico
Senin, 26 Oktober 2026, 15.28 WITA

Anak Disabilitas di Surabaya Meninggal Akibat Perundungan, Orang Tua Desak Peninjauan Ulang Hukum
Senin, 26 Oktober 2026, 15.28 WITA

Mahasiswa Gulingkan Pemerintahan Vučić dalam Pemilu Sela
Senin, 26 Oktober 2026, 15.27 WITA

Lula Menang Pemilu Brasil, Cetak Sejarah Kedua Kali Dalam Sejarah
Senin, 26 Oktober 2026, 15.27 WITA
Demonstrasi Ricuh di Barcelona, 100 Orang Ditangkap
Senin, 26 Oktober 2026, 15.27 WITA
Aksi Damai Paris Berujung Kerusuhan Massal
Senin, 26 Oktober 2026, 15.26 WITA

Lula Kembali Jadi Presiden Brasil, Torehkan Sejarah Empat Periode
Senin, 26 Oktober 2026, 15.25 WITA

Yordania Bekuk Tiga Tersangka Penembakan Gereja Karak
Senin, 26 Oktober 2026, 15.24 WITA

