Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Purbaya: Stimulus Ekonomi Tidak Perlu untuk Dampak Erupsi Anak Krakatau

Menteri Keuangan menegaskan belum ada rencana stimulus ekonomi meski erupsi Anak Krakatau tutup delapan bandara dan tunda 1.558 penerbangan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 7 September 2026, 22.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Purbaya: Stimulus Ekonomi Tidak Perlu untuk Dampak Erupsi Anak Krakatau
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan secara tegas bahwa pemerintah belum mempertimbangkan pengadaan insentif ekonomi khusus sebagai respons terhadap erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi sejak 5 September 2026. Ia menilai dampak ekonomi dari kejadian tersebut tidak sebesar bencana serius sebelumnya, seperti banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, maupun gempa di Nusa Tenggara Timur. Menurutnya, gangguan yang berlangsung dalam hitungan hari dan intensitas abu vulkanik yang tidak terlalu tebal tidak mewajibkan intervensi keuangan besar.

Purbaya menekankan bahwa pemerintah tetap mengawasi perkembangan situasi secara berkala. Ia menyampaikan bahwa kemungkinan dampak lanjutan masih dalam kategori terkendali, terutama jika aktivitas ekonomi kembali normal sebelum akhir September. "Kita lihat ke depan seperti apa, harusnya sih mudah-mudahan nggak terlalu parah," ujarnya saat dikonfirmasi di Istana Negara, Senin (7/9/2026). Ia menegaskan kesiapan anggaran dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk menangani situasi darurat.

Dalam konteks kebijakan, Purbaya menegaskan bahwa penambahan anggaran BNPB akan dilakukan bila diperlukan, asalkan perhitungannya jelas dan valid. Ia menegaskan tidak akan mengalokasikan dana secara sembarangan. "Berapapun angkanya akan kita usahakan semaksimal mungkin. Tapi jangan ngaco ya hitungannya, enggak di ada-adain," tegasnya. Pernyataan ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk respons yang akuntabel dan berbasis data.

Analisis dari Pusat Riset Makroekonomi dan Keuangan Indef, Rizal Taufikurahman, mendukung pandangan tersebut. Dengan menggunakan model Computable General Equilibrium (CGE), ia memperkirakan dampak erupsi terhadap pertumbuhan ekonomi kuartal III-2026 sangat terbatas. Jika gangguan berlangsung sepekan dan separuh aktivitas pulih sebelum akhir September, tekanan terhadap pertumbuhan nasional hanya sekitar 0,003 poin persentase. Dalam skenario ekstrem, jika gangguan berlangsung tiga pekan dan pemulihan hanya 20%, tekanan bisa mencapai 0,015 poin, tetap di bawah ambang signifikan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya