Putra Netanyahu Picu Kontroversi di Inggris soal Falkland
Pernyataan Yair Netanyahu tentang Kepulauan Falkland sebagai milik Argentina memicu reaksi tajam di Inggris, khususnya dari tokoh sayap kanan yang menekankan historis hubungan strategis dengan Israel.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 22.28 WITA·👁 8 orang membaca· 0 hari ini · 30x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Putra perdana menteri Israel, Yair Netanyahu, menimbulkan ketegangan diplomatik dengan menyatakan bahwa Kepulauan Falkland berada di bawah yurisdiksi Argentina. Pernyataan ini disampaikan melalui media sosial saat dirinya mendukung Presiden Argentina Javier Milei, menimbulkan kecaman dari kalangan politik dan publik Inggris. Kepulauan yang terletak sekitar 13.000 kilometer dari Israel tersebut telah lama menjadi sengketa antara Inggris dan Argentina sejak konflik 1982.
Komentar Yair Netanyahu langsung memicu perdebatan luas di media sosial, khususnya di kalangan tokoh publik Inggris yang dikenal solid dalam mendukung Israel. Salah satunya adalah Alex Armstrong, komentator politik dan penyiar ternama, yang menyoroti ketidakpekaan pernyataan tersebut terhadap sejarah dan kepentingan strategis Inggris. Ia menekankan bahwa hubungan antara kedua negara telah berlangsung selama beberapa generasi, termasuk dalam kerangka bantuan militer dan koordinasi kebijakan luar negeri.
Armstrong menilai bahwa pernyataan tersebut tidak hanya melecehkan posisi Inggris secara historis, tetapi juga membahayakan solidaritas yang telah terbangun dalam lingkaran politik sayap kanan di negara tersebut. Ia menegaskan bahwa Argentina sebelumnya pernah membandingkan kondisi Falkland dengan Gaza, sebuah perbandingan yang dianggap provokatif dan tidak relevan oleh pihak Inggris. Menurutnya, sikap seperti itu justru bisa mengikis dukungan publik yang selama ini mendukung Israel.
Ia juga menekankan bahwa pergantian pemerintahan di Inggris tidak serta-merta mengubah sikap umum masyarakat terhadap Israel, terlebih dalam konteks kepentingan nasional dan keamanan. “Pemerintahan bisa berubah, tetapi komitmen terhadap sekutu strategis seperti Israel tidak boleh dipertanyakan sembarangan,” tegasnya. Ia memperingatkan bahwa komentar semacam ini hanya akan menimbulkan ketegangan dan mengaburkan narasi yang telah dibangun secara stabil dalam hubungan bilateral.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Houthi Negasi Serangan ke Makkah dan Madinah, Sebut Klaim Saudi Bohong
Kelompok Houthi menyangkal tudingan Arab Saudi bahwa rudal mereka menargetkan Makkah dan Madinah, menyebut pernyataan tersebut sebagai kebohongan besar.
25 Oktober 2026

4 Pilot Tewas dalam Tabrakan Pesawat Latih di Filipina
Dua pesawat latih SF-260 Angkatan Udara Filipina bertabrakan saat latihan, menewaskan empat pilot di Pangkalan Udara Fernando, Batangas.
25 Oktober 2026

Supervisor 34 Tahun Cari Kerja Sesuai Pengalaman
Seorang supervisor berusia 34 tahun berjuang menemukan pekerjaan yang sesuai keterampilan setelah kontrak kerja berakhir, dengan pilihan terbatas dan harapan tetap optimistis meski harus memulai dari bawah.
24 Oktober 2026

Nenek 96 Tahun Raih 15 Juta Pengikut, Bantu Biaya Panti Jompo
Nenek asal Connecticut berhasil menutupi biaya tinggal di panti jompo sebesar Rp190 juta per bulan melalui pendapatan dari media sosial.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Richard Lee: Jangan Lawan Iblis dengan Logika
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

Kanye West Tutup Konser GBK dengan Runaway Emosional
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

OpenAI Perkuat Riset Farmasi Lewat Akuisisi Startup AI
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

Konser Kanye West di GBK Picu Gelombang Kunjungan Wisatawan Asing
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.05 WITA

Perbaikan Pemantauan Karhutla Berbasis Satelit Diumumkan Presiden
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.05 WITA

DEN Bahas Usulan Perubahan Definisi Korupsi
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.05 WITA

Tito Dorong Akses Hunian Layak Lewat Reformasi Regulasi
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.05 WITA

821 Ribu Rumah di Jakarta Tak Layak Huni, Pemerintah Percepat Perbaikan
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.05 WITA

