Qatar Janjikan Bantuan ke Iran dalam Kunjungan Pertama
Perdana Menteri Qatar bertemu Presiden Iran di Teheran, menegaskan komitmen bantuan kemanusiaan dan upaya perdamaian di tengah ketegangan regional.
Redaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 20.48 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Perdana Menteri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, melakukan kunjungan resmi pertamanya ke Teheran pada Kamis (27/8), di tengah ketegangan geopolitik yang memanas antara Iran dan kekuatan Barat. Pertemuan ini menjadi momen penting dalam diplomasi kawasan, di mana Al Thani menekankan posisi Doha sebagai negara yang tidak berpihak tetapi peduli terhadap kesejahteraan rakyat Iran. Ia menyampaikan secara tegas bahwa Qatar siap memberikan dukungan penuh dalam bentuk bantuan kemanusiaan demi meringankan beban yang dialami masyarakat Iran.
Dalam percakapan dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Al Thani menegaskan bahwa negaranya tidak ingin melihat rakyat Iran menderita sementara negara-negara lain hanya menjadi penonton. Ia menekankan bahwa bantuan yang akan diberikan merupakan bentuk solidaritas regional yang tulus. Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, juga secara pribadi menyebut Pezeshkian sebagai “saudara”, menunjukkan kedekatan hubungan antar pemimpin yang melampaui dinamika politik.
Al Thani menegaskan kembali posisi Doha yang selalu menghargai Iran secara mendalam, terlepas dari konflik yang terjadi belakangan ini. Ia menekankan pentingnya pendekatan diplomasi untuk menyelesaikan ketegangan, termasuk melalui dialog dan kerja sama regional. Kunjungan ini dilakukan dalam konteks upaya Doha memperkuat peran sebagai mediator, khususnya dalam proses damai antara Iran dan Amerika Serikat yang sempat mencapai kesepakatan MoU pada Juni 2025.
Namun, implementasi kesepakatan tersebut terhambat akibat perselisihan mengenai akses melalui Selat Hormuz. Sebelumnya, Iran melakukan serangan terhadap Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar—yang menjadi basis militer AS—sebagai respons atas serangan Israel dan AS. Serangan tersebut memicu gelombang retaliasi terhadap sejumlah negara Teluk, termasuk Qatar, yang menunjukkan eskalasi konflik yang meluas. Dalam konteks ini, kunjungan Al Thani menjadi langkah strategis untuk memperkuat hubungan bilateral dan mendukung stabilitas kawasan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Harga Bensin AS Tembus Rp72,7 Juta per Galon Akibat Ketegangan AS-Iran
Lonjakan harga bensin di AS mencapai Rp72,7 juta per galon menjelang Labor Day, dipicu serangan militer terhadap Iran dan kekhawatiran gangguan pasokan minyak global.
8 September 2026

JLR Siap PHK 4.000 Karyawan Akibat Tekanan Persaingan Global
Jaguar Land Rover mengumumkan pemangkasan 4.000 posisi kerja sebagai respons terhadap tekanan kompetitif dari mobil China dan ketidakpastian pasar global.
8 September 2026

Pesawat Kargo Melampaui Batas Landasan, Tewaskan Lima Orang di Miami
Kecelakaan pesawat kargo Amazon Prime Air 7598 di Bandara Internasional Miami menewaskan lima orang dan melukai lima lainnya, termasuk tiga dalam kondisi kritis, setelah melampaui batas landasan pacu saat mendarat.
7 September 2026

AS Perbarui Imbauan Keamanan untuk Wisatawan ke Brasil
Pemerintah AS memperbarui rekomendasi perjalanan ke Brasil dengan penekanan pada risiko kejahatan berkekerasan dan penculikan kilat di kawasan perkotaan.
7 September 2026
Berita Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Rabu, 9 September 2026, 07.36 WITA


