Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

QRIS Tembus Rp5,9 Triliun dari WNA, Perluas Jaringan ke 6 Negara Baru

Transaksi QRIS lintas negara capai Rp5,9 triliun dari wisatawan asing, dengan rencana ekspansi ke Arab Saudi, India, dan Vietnam.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 6 September 2026, 07.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
QRIS Tembus Rp5,9 Triliun dari WNA, Perluas Jaringan ke 6 Negara Baru
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Penggunaan sistem pembayaran digital berbasis QRIS terus meningkat di kalangan wisatawan asing yang berkunjung ke Indonesia, menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam penerapan teknologi keuangan lintas batas. Hingga bulan Juli 2026, nilai transaksi yang dilakukan oleh warga negara asing mencapai Rp5,9 triliun, atau setara 326,3 juta dolar AS, dengan volume transaksi mencapai 19,76 juta kali. Angka ini mencerminkan semakin tingginya kepercayaan terhadap sistem pembayaran digital yang aman dan praktis di tengah kunjungan wisatawan internasional.

Di sisi lain, warga negara Indonesia yang berada di luar negeri juga aktif menggunakan QRIS dalam transaksi lintas negara. Transaksi outbound mencapai Rp1,73 triliun atau 95,6 juta dolar AS, dengan jumlah transaksi sebanyak 4,32 juta kali. Layanan ini telah tersedia di enam negara, termasuk Singapura, Malaysia, Thailand, Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok, memungkinkan masyarakat Indonesia bertransaksi tanpa perlu menukar mata uang secara fisik saat berlibur.

Kerja sama lintas negara dalam penerapan QRIS menjadi bagian dari strategi perluasan inklusi keuangan digital nasional. Deputi Gubernur Bank Indonesia menegaskan bahwa sistem ini tidak hanya berlaku dalam negeri, tetapi telah meluas ke pasar internasional. Dengan adanya koneksi ini, pelancong tidak perlu lagi mengunjungi money changer, cukup membawa perangkat digital dan mengisi saldo melalui aplikasi QRIS.

Pemerintah terus memperluas jaringan kerja sama ke negara-negara lain, termasuk Arab Saudi, Hong Kong, Vietnam, Timor Leste, dan India. Diskusi intensif telah dilakukan dengan pihak-pihak terkait, terutama dalam konteks perjalanan haji dan umrah, di mana nantinya para jamaah dapat melakukan pembayaran hanya dengan ponsel tanpa perlu membawa uang tunai. Upaya ini sejalan dengan komitmen memperkuat ekosistem keuangan digital yang inklusif dan transparan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya