Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Raffi Ahmad Akui Terbantu Belajar Saham dari Nagita

Raffi Ahmad mengungkapkan bahwa istrinya, Nagita Slavina, menjadi sumber utama dalam memahami investasi saham, meski awalnya ia sibuk syuting dan minim waktu belajar keuangan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 5 September 2026, 22.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Raffi Ahmad Akui Terbantu Belajar Saham dari Nagita
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Dalam sesi berbentuk diskusi publik di Bandar Lampung, Raffi Ahmad mengungkapkan perjalanan awalnya memahami dunia investasi saham, yang justru dimulai dari pengamatan terhadap kebiasaan finansial istrinya, Nagita Slavina. Ia menekankan bahwa meski kesibukan syuting dan aktivitas profesional mengambil banyak waktu, Nagita justru memanfaatkan waktu luang untuk mempelajari pengelolaan uang secara strategis.

Menurut Raffi, kebiasaan Nagita menjadikan dirinya sadar bahwa uang bisa berkembang tanpa harus bekerja secara langsung. Ia menyebut bahwa pernah terkejut saat mengetahui nilai aset yang dikelola istrinya jauh lebih besar dibandingkan miliknya sendiri, meski tak memiliki penghasilan aktif dari investasi tersebut. Hal ini mendorong Raffi untuk mulai mempelajari lebih dalam tentang saham sebagai instrumen pengembangan kekayaan.

Ia mengakui bahwa proses belajar tidak instan, melainkan melalui diskusi rutin, pengamatan, dan pembelajaran bersama. Meski saham memiliki fluktuasi, Raffi menekankan bahwa penting untuk memahami risiko dan manajemen keuangan secara menyeluruh. Ia menyebut bahwa Nagita menjadi mentor tak langsung dalam hal ini, dengan sikap disiplin dan keseriusan dalam mengelola keuangan pribadi.

Tujuan utama dari cerita ini, menurut Raffi, adalah mengedukasi publik bahwa investasi tidak harus dimulai dari modal besar, tetapi dari kesadaran dan konsistensi belajar. Ia berharap melalui pengalaman pribadinya, masyarakat lebih terbuka terhadap investasi sebagai bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang, terutama generasi muda yang cenderung mengandalkan gaji harian.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya