RAPBN 2027 Disepakati, Pendapatan dan Belanja Naik Rp9,1 Triliun
Kesepakatan antara DPR dan pemerintah menaikkan postur RAPBN 2027 dengan kenaikan total Rp9,1 triliun untuk pendapatan dan belanja, tetap menjaga defisit di 2,4% PDB.
Redaksi iNarasikita·Senin, 7 September 2026, 15.35 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 telah mengalami penyesuaian postur setelah disepakati oleh Badan Anggaran (Banggar) DPR RI bersama pemerintah. Perubahan ini mencerminkan penyesuaian terhadap realisasi ekonomi dan prioritas anggaran yang disampaikan dalam rapat koordinasi dengan Kementerian Keuangan, Bappenas, dan Bank Indonesia. Total peningkatan mencapai Rp9,1 triliun, baik pada sisi pendapatan maupun belanja negara.
Pendapatan negara dan hibah kini ditargetkan sebesar Rp3.435,1 triliun, meningkat dari rancangan awal Rp3.426 triliun. Peningkatan ini didorong oleh kenaikan penerimaan perpajakan dari Rp2.908 triliun menjadi Rp2.912 triliun, dengan kontribusi utama dari pajak sebesar Rp2.593,4 triliun dan kepabeanan serta cukai yang naik menjadi Rp318,6 triliun. Di sisi lain, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) tumbuh dari Rp517,4 triliun menjadi Rp522,5 triliun, sementara hibah tetap dipertahankan di level Rp0,7 triliun.
Di sisi belanja, total anggaran naik dari Rp4.097,2 triliun menjadi Rp4.106,3 triliun, sesuai kesepakatan Banggar. Peningkatan ini terutama berasal dari belanja kementerian dan lembaga (K/L) yang dinaikkan dari Rp1.504,7 triliun menjadi Rp1.513,8 triliun. Belanja pemerintah pusat secara keseluruhan naik menjadi Rp3.371,3 triliun, sementara belanja non-K/L dan transfer ke daerah tetap dipertahankan di masing-masing Rp1.857,5 triliun dan Rp735 triliun.
Meskipun terjadi penyesuaian angka, target defisit anggaran tetap dipertahankan pada 2,40% dari Produk Domestik Bruto (PDB), menunjukkan konsistensi kebijakan fiskal yang tetap berhati-hati meskipun terjadi peningkatan postur. Penetapan ini menunjukkan konsensus antara legislatif dan eksekutif dalam menjaga keseimbangan anggaran sambil mendukung realisasi program strategis tahun depan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


