Ratusan Bank China Dibubarkan untuk Perkuat Sistem Keuangan
Sebanyak 670 bank di China tutup pada 2025 akibat kebijakan konsolidasi, sebagian besar beroperasi di daerah pedesaan, demi memperkuat struktur perbankan nasional.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 6 Oktober 2026, 12.17 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah China menggenjot reformasi sektor perbankan dengan menutup ratusan lembaga keuangan kecil, khususnya di wilayah pedesaan, sepanjang tahun 2025. Jumlah bank yang dibubarkan mencapai 670 unit, setara dengan sekitar 25 persen dari total institusi perbankan nasional. Langkah ini merupakan bagian dari strategi sistemik untuk menyederhanakan struktur sektor keuangan dan memperkuat kapasitas permodalan serta ketahanan institusi keuangan.
Fitch Ratings menilai bahwa bank-bank kecil dan pedesaan menjadi titik lemah utama dalam ekosistem perbankan China, terutama karena kualitas aset yang menurun, permodalan rendah, serta tata kelola yang kurang optimal. Data menunjukkan bahwa tingkat pengembalian aset (ROA) pada bank pedesaan turun menjadi 0,45 persen pada paruh pertama 2026, dibandingkan 0,56 persen pada 2021. Di sisi lain, rasio kredit bermasalah (NPL) meningkat menjadi 2,8 persen, melampaui rata-rata sektor perbankan yang sebesar 1,5 persen.
Konsolidasi yang dipimpin pemerintah bertujuan memperkuat pengawasan, meminimalkan celah regulasi, serta meningkatkan transparansi operasional. Meski ada kekhawatiran terhadap potensi penyebaran risiko, Fitch menegaskan bahwa dampak sistemik kemungkinan kecil karena sebagian besar bank yang ditutup beroperasi secara lokal dan memiliki eksposur terbatas terhadap jaringan perbankan nasional.
Dalam konteks ekonomi makro, langkah ini dilakukan di tengah pertumbuhan PDB China yang melambat, mencapai 4,3 persen pada kuartal II 2026—terendah sejak 2022. Pertumbuhan laba industri pada Agustus 2026 juga mencatat angka terlemah sepanjang tahun, sebesar 4,2 persen secara tahunan, menandakan tekanan ekonomi yang terus berlanjut. Konsolidasi perbankan menjadi respons strategis terhadap tantangan struktural dan perlambatan ekonomi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

TBPKP Bukan STNK, Ini Fungsi dan Isi Dokumen Penting di Belakang STNK
TBPKP adalah bukti pelunasan pajak kendaraan yang berbeda dari STNK, berlaku satu tahun dan harus disimpan bersama dokumen utama.
6 Oktober 2026

Aturan Keberatan Pajak Diperbarui, Ini Perubahan Kunci
Pemerintah resmi keluarkan peraturan baru yang memperjelas tata cara keberatan, pengurangan, dan penghapusan sanksi pajak, termasuk mekanisme permintaan data dan pemutihan sementara.
6 Oktober 2026

Bank Dunia Naikkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Jadi 5,2%
Proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 dinaikkan Bank Dunia menjadi 5,2%, lebih tinggi dari estimasi sebelumnya dan unggul atas rata-rata kawasan Asia Timur dan Pasifik.
6 Oktober 2026

Pertumbuhan Ekonomi EAP Diproyeksikan 4,5% di 2026, Didorong AI dan Produksi Teknologi
Proyeksi Bank Dunia menunjukkan ekonomi Asia Timur dan Pasifik tumbuh 4,5% pada 2026, didorong adopsi teknologi AI dan ekspor barang berteknologi tinggi.
6 Oktober 2026
Berita Lainnya

Honda Uji Coba Pengisian Listrik Mobil Saat Melaju di Jalan Tol
Selasa, 6 Oktober 2026, 12.29 WITA

Anthropic Gagal Lobi Vatikan Soal Kesadaran AI
Selasa, 6 Oktober 2026, 12.23 WITA

Mogok Nasional 24 Jam Didesain untuk Keadilan Perumahan dan Upah
Selasa, 6 Oktober 2026, 12.23 WITA

Pengalihan Utang KCIC ke Kemenkeu Terus Berjalan
Selasa, 6 Oktober 2026, 12.22 WITA

Asia Timur dan Pasifik Hadapi Tantangan Pertumbuhan 2026
Selasa, 6 Oktober 2026, 12.22 WITA

Puan Sahkan UU Perlindungan Ketenagakerjaan
Selasa, 6 Oktober 2026, 12.22 WITA

Menkeu Tekankan Peran Bea Cukai Jaga Ekonomi dan Penerimaan Negara
Selasa, 6 Oktober 2026, 12.21 WITA

Rupiah Menguat Tipis di Pembukaan, Dolar AS Terkoreksi ke Rp17.875
Selasa, 6 Oktober 2026, 12.21 WITA

