Selasa, 6 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

354 BUMN Dikonsolidasi untuk Efisiensi Anggaran Negara

Pemerintah terus memangkas dan menggabungkan BUMN hingga mencapai 354 entitas, dengan tujuan memperbaiki efisiensi dan mengurangi beban keuangan negara.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 6 Oktober 2026, 12.19 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
354 BUMN Dikonsolidasi untuk Efisiensi Anggaran Negara📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah kini telah memasuki tahap pemangkasan dan konsolidasi terhadap 354 perusahaan milik negara sebagai bagian dari upaya perampingan struktur BUMN. Langkah ini dilakukan untuk menekan beban anggaran dan meningkatkan kinerja perusahaan pelat merah. Menurut pernyataan pejabat tinggi, sebagian besar entitas yang dikurangi sebelumnya sudah tidak aktif beroperasi, meski secara hukum masih berstatus sebagai badan hukum yang ada.

Proses penggabungan dilakukan melalui berbagai pendekatan, termasuk penggabungan vertikal dan horizontal, serta pengintegrasian perusahaan dengan jenis usaha yang serupa. Contohnya, 137 hotel milik BUMN kini dikelola secara terpusat, begitu pula dengan sekitar 75 rumah sakit yang sebelumnya tersebar di berbagai perusahaan BUMN. Tujuannya adalah menyederhanakan manajemen dan memperkuat efisiensi operasional.

Data menunjukkan bahwa dari total 1.074 BUMN awal, hanya 15 perusahaan yang menyumbang 97 persen dividen, sementara sekitar 52 persen lainnya justru mencatat kerugian. Hal ini menjadi dasar utama mengapa pemerintah mempercepat proses penyederhanaan. Kebijakan ini juga mencakup penyerahan sektor non-strategis kepada sektor swasta jika dinilai lebih efisien dikelola oleh pelaku usaha privat.

Target jangka panjang mencakup penutupan hingga 750 BUMN pada akhir 2026, yang diperkirakan mampu menghemat anggaran negara hingga Rp100 triliun. Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden yang menekankan pentingnya transformasi BUMN untuk menjamin kinerja yang lebih baik, sekaligus menunjukkan peningkatan signifikan pada sejumlah perusahaan seperti PT Pupuk Indonesia dan PT Timah Tbk yang mencatat kenaikan laba tajam.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya