Jumat, 25 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Ratusan Hotel di Bali Dijual Online, Gubernur Tegaskan Pariwisata Tetap Stabil

Peningkatan penjualan properti hotel di Bali melalui platform daring tidak mencerminkan lesunya pariwisata, menurut Gubernur Wayan Koster.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 25 September 2026, 15.26 WITA·👁 4 orang membaca· 4 hari ini · 7x dibuka
Ratusan Hotel di Bali Dijual Online, Gubernur Tegaskan Pariwisata Tetap Stabil📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Belakangan ini muncul tren menarik di sejumlah situs properti digital, di mana ratusan hotel dan vila di berbagai kabupaten di Bali, termasuk Badung, Tabanan, Gianyar, dan Karangasem, ditawarkan untuk dijual. Harga jual yang dipasang bervariasi, bahkan ada yang mencapai puluhan miliar rupiah, mencerminkan nilai tinggi dari aset properti di destinasi utama pariwisata nasional tersebut. Tipe akomodasi yang ditawarkan pun beragam, mulai dari hotel berbintang hingga vila eksklusif, dengan kondisi dan lokasi yang berbeda-beda.

Menanggapi fenomena ini, Gubernur Bali Wayan Koster menyatakan bahwa pemerintah daerah sedang melakukan pendataan mendalam melalui koordinasi antara Dinas Pariwisata Bali, Dinas Pariwisata Badung, serta Dinas Perizinan. Tujuannya adalah memverifikasi keakuratan informasi terkait penjualan properti tersebut. Ia menegaskan bahwa langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada kesalahpahaman yang menimbulkan ketakutan di kalangan pelaku usaha dan masyarakat umum.

Dari data harian yang dirilis oleh pemerintah, kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali tetap stabil, berkisar antara 20.000 hingga 24.000 orang per hari, sementara wisatawan nusantara mencapai angka 12.000 hingga 14.000 orang setiap hari. Angka-angka ini menunjukkan kinerja sektor pariwisata yang tetap positif dan stabil, tanpa adanya penurunan signifikan. Koster menekankan bahwa kondisi ini membantah anggapan bahwa penutupan atau penjualan hotel disebabkan oleh lesunya kunjungan wisatawan.

Ia menjelaskan bahwa penjualan atau penutupan hotel sering kali berkaitan dengan dinamika bisnis internal perusahaan, bukan faktor eksternal seperti turunnya minat wisatawan. Banyak perusahaan memiliki operasi lintas daerah, dan jika cabang lain mengalami tekanan finansial berat, keuntungan dari operasional di Bali bisa digunakan untuk menutup kerugian tersebut. Dalam kondisi seperti itu, penutupan atau penjualan aset di Bali menjadi langkah strategis untuk menjaga kesehatan keuangan secara keseluruhan.

Pemprov Bali juga membantah dugaan bahwa kelebihan kapasitas kamar akibat pembangunan berlebihan menjadi penyebab maraknya penjualan properti. Menurut Koster, tingkat hunian hotel berbintang di Bali saat ini mencapai 80–90 persen, yang menunjukkan bahwa manajemen operasional tetap efektif dan optimal. Dengan demikian, penjualan hotel tidak bisa dijadikan indikator kelesuan industri pariwisata.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya