Rekening Otomatis Usia 17 Tahun, Pemerintah Siapkan Inklusi Keuangan Nasional
Pemerintah menyiapkan rekening bank otomatis bagi WNI berusia 17 tahun yang telah memiliki KTP, dengan saldo awal Rp50 ribu dari APBN, sebagai bagian dari upaya memperluas inklusi keuangan dan efisiensi penyaluran bantuan.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 15 September 2026, 15.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Pemerintah tengah menyiapkan kebijakan pembukaan rekening bank secara otomatis bagi warga negara Indonesia yang berusia 17 tahun dan telah memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP). Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal, khususnya di kalangan remaja yang baru memasuki masa mandiri. Proses pembukaan rekening akan didukung oleh data kependudukan yang disinkronkan secara otomatis, tanpa perlu mendaftar secara manual di bank.
Pembukaan rekening akan dilakukan melalui dua bank pelat merah, yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) yang menangani wilayah seluruh Indonesia, serta PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) yang fokus pada wilayah Aceh. Meski mekanisme teknis belum sepenuhnya final, pemerintah menegaskan bahwa rekening tersebut akan terhubung dengan sistem data pemerintah, memungkinkan integrasi dalam penyaluran bantuan sosial dan program lainnya secara langsung ke penerima.
Setiap rekening baru akan diberikan saldo awal sebesar Rp50 ribu yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dana ini dijamin tidak akan dipotong oleh biaya administrasi atau pungutan lain oleh institusi perbankan. Selain itu, pemerintah juga sedang menyusun skema penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) tanpa biaya tambahan, guna mendorong transaksi digital yang inklusif dan terjangkau bagi generasi muda.
Rencana ini tidak hanya ditujukan bagi mereka yang belum memiliki rekening, tetapi juga mencakup proses konsolidasi data bagi warga yang sudah memiliki rekening sebelumnya. Pemerintah akan memetakan dan mengintegrasikan rekening yang sudah ada ke dalam sistem terpusat, sehingga tidak perlu membuka rekening baru secara berulang. Target implementasi program ini direncanakan sebelum akhir tahun 2026, meski jadwal pasti dan mekanisme pelaksanaan masih dalam proses penyusunan regulasi bersama Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan.
Tujuan utama dari program ini adalah membangun budaya menabung sejak usia muda, meningkatkan literasi keuangan, serta memastikan distribusi bantuan pemerintah lebih akurat dan transparan. Dengan rekening sebagai fondasi, generasi muda diharapkan dapat memahami manajemen keuangan secara bertanggung jawab, sekaligus menjadi bagian dari ekosistem ekonomi digital yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Saham AI Terjun Bebas Usai Panglima Teknologi Serukan Perlambatan
Penurunan tajam saham perusahaan AI dan semikonduktor terjadi setelah tokoh utama industri menyerukan penghentian sementara pengembangan teknologi untuk menghindari risiko kehilangan kendali manusia.
15 September 2026

25 Merek Beras Fortifikasi Ditarik Akibat Pelanggaran Standar
Pemerintah menarik 25 merek beras fortifikasi yang tidak memenuhi standar, mencabut izin peredarannya, dan menegaskan larangan konsumsi demi melindungi masyarakat dari penipuan harga dan kandungan.
15 September 2026

Purbaya Bercanda Soal Mancing Usai Dipecat dari Jabatan Menkeu
Mantan Bendahara Negara Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan rencana setelah hengkang dari jabatan menteri dengan bercanda soal memancing di kolam belakang rumah sambil merenung, sambil menegaskan tidak ingin kembali ke kabinet.
15 September 2026

Purbaya Lega Usai Serah Terima Jabatan, Utang Whoosh Tak Lagi Tanggung Jawabnya
Mantan Menteri Keuangan menyampaikan kelegaan setelah tidak lagi menangani utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang akan dicicil selama 80 tahun.
15 September 2026
Berita Lainnya

AI Perlu Dikendalikan, Tokoh Teknologi Serukan Perlambatan
Selasa, 15 September 2026, 15.34 WITA

Hacker Gunakan AI untuk Bobol 1,8 Juta Aplikasi Android
Selasa, 15 September 2026, 15.34 WITA

Pengawasan TKA Harus Sesuaikan Kenyataan di Lapangan
Selasa, 15 September 2026, 15.34 WITA

Polri Periksa Rantai Distribusi Beras Fortifikasi Palsu
Selasa, 15 September 2026, 15.34 WITA

Temuan Mineral Langka Raksasa di Madinah Diumumkan di IAEA
Selasa, 15 September 2026, 15.33 WITA

Penjualan BEV Melonjak, Toyota Soroti Peran Hybrid
Selasa, 15 September 2026, 15.32 WITA

Pengalihan Saham BUMN di KCIC Tetap Berjalan
Selasa, 15 September 2026, 15.32 WITA

Edwin Soeryadjaya Perkuat Kepemilikan Saham SRTG
Selasa, 15 September 2026, 15.32 WITA


