Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Rencana Ekspansi Transjakarta ke Kepulauan Seribu Dinilai Belum Siap

DPRD DKI mempertanyakan kesiapan rencana ekspansi layanan Transjakarta ke Kepulauan Seribu lantaran belum ada kajian mendalam terkait tarif, armada, subsidi, dan operasional.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 13.42 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Rencana Ekspansi Transjakarta ke Kepulauan Seribu Dinilai Belum Siap
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Komisi B DPRD DKI Jakarta menilai rencana perluasan layanan Transjakarta hingga Kepulauan Seribu belum matang secara teknis dan kebijakan. Ketua Komisi B, Nova Harivan Paloh, menegaskan bahwa sejumlah aspek krusial—termasuk penetapan tarif, jumlah armada yang dibutuhkan, skema subsidi publik, serta mekanisme pengelolaan—belum dilengkapi dengan analisis menyeluruh. Ia menekankan bahwa belum adanya kajian menyeluruh membuat kesimpulan tentang viabilitas layanan tersebut sulit dibuat.

Meskipun mendukung upaya pemerintah dalam memperbaiki akses transportasi bagi warga Kepulauan Seribu, Nova menyoroti pentingnya menunda pengumuman publik hingga seluruh kajian selesai. Ia menekankan bahwa keputusan besar seperti ini tidak seharusnya diumumkan sebelum data dan analisis pendukung tersedia secara transparan. Sampai saat ini, belum ada kepastian mengenai tarif yang akan diterapkan maupun struktur operasional yang akan digunakan.

Keprihatinan juga muncul terkait kemungkinan Transjakarta membentuk anak perusahaan khusus untuk mengelola transportasi laut. Nova mengkhawatirkan bahwa pendirian entitas baru akan menambah beban biaya operasional karena memerlukan struktur organisasi dan tenaga kerja tambahan. Ia menilai langkah tersebut bisa mengganggu efisiensi anggaran, terlebih jika tetap bergantung pada dana subsidi pemerintah.

Pertanyaan langsung diajukan kepada Direktur Utama Transjakarta soal kemungkinan layanan berjalan tanpa skema PSO. Jawaban yang diberikan menyatakan bahwa tanpa subsidi, layanan tidak bisa beroperasi secara berkelanjutan jika tarif tetap terjangkau bagi masyarakat. Hal ini menimbulkan kekhawatiran baru mengenai beban fiskal yang akan ditanggung APBD DKI Jakarta, yang saat ini tengah menghadapi tekanan keuangan.

Nova menegaskan bahwa setiap rencana pengembangan layanan publik harus dipertimbangkan secara hati-hati, terutama terkait sumber pembiayaan. Ia mengingatkan bahwa keputusan ke depan harus berbasis data dan analisis mendalam, bukan sekadar keinginan politik atau promosi publik. Kesiapan finansial dan operasional menjadi kunci utama dalam menentukan kelanjutan ekspansi layanan transportasi ke wilayah terpencil seperti Kepulauan Seribu.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya