Selasa, 22 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Revitalisasi 1.487 Sekolah di NTT Ditetapkan sebagai Prioritas Pemulihan Pendidikan

Pemerintah menetapkan revitalisasi 1.487 satuan pendidikan di NTT sebagai langkah krusial pemulihan sistem pendidikan pasca-bencana gempa, dengan anggaran Rp1,2 triliun dan penyaluran dana tahap kedua segera dilakukan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 21 September 2026, 21.24 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 7x dibuka
Revitalisasi 1.487 Sekolah di NTT Ditetapkan sebagai Prioritas Pemulihan Pendidikan📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah secara tegas menegaskan komitmen memulihkan sistem pendidikan di Nusa Tenggara Timur melalui program revitalisasi yang mencakup 1.487 satuan pendidikan. Langkah ini menjadi respons terhadap kerusakan infrastruktur sekolah akibat gempa bumi yang melanda wilayah tersebut, dengan fokus pada perbaikan bangunan utama dan ruang belajar yang sebelumnya menggunakan fasilitas darurat.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menegaskan bahwa program ini akan dilaksanakan secara optimal, dengan memastikan setiap tahapan penanganan sesuai standar kelayakan dan keamanan. Anggaran sebesar Rp1,2 triliun telah dialokasikan khusus untuk kebutuhan tersebut, menunjukkan prioritas tinggi pemerintah dalam memperbaiki sarana pendidikan di daerah yang masih menghadapi tantangan infrastruktur.

Perbaikan tidak hanya berfokus pada kondisi fisik bangunan, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, dan mendukung proses pembelajaran siswa secara optimal. Ketersediaan ruang kelas layak menjadi fondasi penting agar peserta didik tidak harus belajar dalam kondisi yang berpotensi membahayakan akibat kerusakan struktural.

Pembangunan revitalisasi dapat segera dimulai setelah dana Anggaran Belanja Tambahan (ABT) tahap kedua masuk dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan disalurkan ke sekolah terdampak. Sebelumnya, telah disalurkan dana sebesar Rp860 juta untuk penanganan darurat terhadap puluhan sekolah yang terkena dampak langsung bencana.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya