Sabtu, 10 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Rins Kena Tegur Usai Gestur Tangan di Sesi Latihan Mandalika

Pebalap Yamaha Alex Rins meminta maaf setelah mengacungkan jari tengah kepada marshal saat sesi latihan MotoGP Mandalika 2026, akibat ketegangan komunikasi antarpetugas.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 10 Oktober 2026, 17.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Rins Kena Tegur Usai Gestur Tangan di Sesi Latihan Mandalika📷 Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Insiden berlangsung pada sesi latihan bebas di sirkuit Mandalika, ketika Alex Rins, pebalap asal Spanyol, mengalami keterlambatan kembali ke paddock karena hambatan logistik. Dalam kondisi waktu tersisa kurang dari dua menit, Rins berusaha mempercepat perjalanan dengan menumpang sepeda motor milik marshal yang sedang ditempati. Namun, dua petugas lapangan muncul dan terlibat perdebatan soal prosedur pengantaran, yang memicu ketegangan.

Saat proses komunikasi terjadi, Rins terlihat frustrasi karena tidak bisa segera melanjutkan perjalanan. Dalam keadaan mendesak, ia turun dari posisi dan mengacungkan jari tengah ke arah petugas. Aksi tersebut terekam dan segera menyebar di media sosial, memicu reaksi publik terhadap sikap yang dianggap tidak profesional.

Setelah kejadian, Rins menggunakan sepeda motor milik fotografer untuk kembali ke area paddock. Peristiwa itu kemudian menjadi bahan perbincangan luas, terutama karena adanya perbedaan instruksi antarpetugas lapangan. Salah satu sumber mengungkap bahwa marshal diminta mengangkut pebalap terjatuh dengan mobil karena jalur menuju paddock melintasi area penonton, yang berpotensi menimbulkan kerumunan. Namun, satu petugas mencoba membantu dengan sepeda motor, menyebabkan konflik prosedural.

Meskipun tidak ada keterangan resmi dari penyelenggara, akun media sosial yang membagikan kronologi menyebutkan bahwa ketegangan berasal dari ketidakjelasan arahan dan kurangnya koordinasi antarpetugas. Rins kemudian mengunggah permintaan maaf melalui platform digital, menegaskan bahwa tindakannya bukan bentuk penghinaan, melainkan reaksi spontan terhadap situasi yang menekan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya