Rp1 Triliun untuk Tuntaskan 1.404 Titik Perlintasan Berbahaya
Pemerintah menyiapkan anggaran Rp1 triliun pada 2027 untuk menangani 1.404 perlintasan sebidang yang menjadi prioritas peningkatan keselamatan di seluruh Indonesia.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 19.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Kementerian Perhubungan telah menetapkan 1.404 lokasi perlintasan kereta api dengan jalan raya sebagai prioritas penanganan keselamatan, berdasarkan hasil inventarisasi menyeluruh terhadap 3.674 titik perlintasan sebidang yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Dari jumlah tersebut, 1.810 lokasi dinilai memerlukan intervensi, baik melalui penutupan atau peningkatan fasilitas keselamatan. Sebanyak 234 di antaranya dipertimbangkan untuk ditutup karena tidak memenuhi standar teknis, seperti lebar jalan kurang dari 2 meter atau tingkat frekuensi kereta yang tinggi.
Penanganan dilakukan secara bertahap dengan fokus pada 1.404 lokasi yang membutuhkan peningkatan fasilitas. Sebanyak 190 titik telah mulai dikerjakan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) pada tahun ini, sementara 1.214 lokasi lainnya akan ditangani melalui tambahan anggaran Kemenhub. Dana sebesar Rp1 triliun dialokasikan khusus untuk program ini dalam pagu anggaran Ditjen Perkeretaapian tahun 2027, yang merupakan bagian dari peningkatan total pagu non-operasional sebesar Rp3,5 triliun.
Peningkatan keselamatan mencakup pemasangan pintu perlintasan, penyusunan dokumen perencanaan teknis, serta peningkatan infrastruktur pendukung lainnya. Kegiatan ini dilakukan secara kolaboratif dengan berbagai kementerian, lembaga, dan operator, termasuk Kementerian Koordinator Infrastruktur dan Kewilayahan, Kementerian Keuangan, serta Jasa Raharja. Tujuannya adalah meminimalkan risiko kecelakaan akibat perlintasan sebidang yang tidak terkendali.
Dengan penanganan di 1.404 titik, diperlukan penambahan tenaga kerja untuk menjaga perlintasan secara langsung. Diperkirakan dibutuhkan empat petugas jaga per lokasi, sehingga total kebutuhan tenaga baru mencapai 5.616 orang. Tenaga ini akan diberikan melalui kontrak kerja dengan pihak operator, dengan pembiayaan disediakan melalui Anggaran Pengelolaan Infrastruktur (IMO) Kemenhub. Langkah ini sekaligus menjamin keberlangsungan operasional dan peningkatan keamanan di seluruh jalur kereta api.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

PMI Manufaktur RI Masih di Zona Kontraksi
Aktivitas industri manufaktur Indonesia mengalami penurunan pada Agustus 2026, tercatat di level 49,8, menunjukkan penurunan aktivitas produksi.
9 September 2026

Imos 2026 Siap Hadirkan Solusi Mobilitas Modern di Tangerang
Pameran sepeda motor terbesar Tanah Air bakal digelar 20–29 November 2026 di ICE BSD City, menawarkan inovasi teknologi dan beragam solusi mobilitas produktif bagi masyarakat.
8 September 2026

Dana Desa Rp40 T Siap Lunasi Cicilan Kopdes Merah Putih
Pemerintah menjamin pembayaran cicilan proyek Koperasi Desa Merah Putih tidak akan membebani bank negara berkat alokasi dana desa Rp40 triliun per tahun selama enam tahun.
8 September 2026

237 SPBU di Jatim, Bali, NTB, dan NTT Diberi Sanksi BBM Subsidi
Pertamina menerapkan sanksi terhadap 237 SPBU di lima wilayah karena pelanggaran penyaluran BBM bersubsidi hingga September 2026.
8 September 2026
Berita Lainnya

Thailand Perpendek Masa Bebas Visa Jadi 30 Hari Mulai 2026
Rabu, 9 September 2026, 15.45 WITA

Larangan Bungkus Makanan Sarapan di Hotel, Ini Alasannya
Rabu, 9 September 2026, 15.44 WITA

Google Maps Bantu Lacak Lokasi Orang Terdekat Secara Real-Time
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Enam Gunung Api Meletus Bersamaan, Pakar Sebut Bukan Tanda Keterkaitan
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Demonstran Serang Anggota Parlemen, Proyek Resor Kushner Jadi Sorotan
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Indonesia Belum Siap Jadi Negara Maju Menurut Analisis Terbaru
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Bank Sentral Global Perkuat Cadangan Emas di Tengah Ketegangan Geopolitik
Rabu, 9 September 2026, 15.35 WITA

Kapal Filipina Ditangkap di Sulawesi, 25 Rumpon Ilegal Dibongkar
Rabu, 9 September 2026, 15.35 WITA


