Rumah Sultan Langkat Dijarah Saat Revolusi Sosial 1946
Puncak kemewahan Kesultanan Langkat berakhir saat istana dijadikan sasaran aksi jarah warga pada 1946, menyusul ketegangan sosial akibat kesenjangan ekonomi dan perlawanan terhadap kekuasaan tradisional.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 6 September 2026, 22.30 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 14x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pada tahun 1946, Istana Darussalam yang menjadi tempat tinggal Sultan Mahmud dari Kesultanan Langkat, salah satu kerajaan paling kaya di Sumatra Timur, menjadi sasaran amuk massa. Bangunan megah yang sebelumnya menjadi simbol kekuasaan dan kemewahan kini porak-poranda akibat aksi jarah yang dilakukan warga. Sejumlah anggota keluarga bangsawan ditangkap, dan beberapa mengalami kekerasan fisik, mencerminkan eskalasi konflik sosial pasca-kemerdekaan.
Kekayaan Langkat berasal dari sumber daya alam yang melimpah, terutama setelah minyak bumi ditemukan di Telaga Said, Pangkalan Brandan, pada masa kakek Sultan Mahmud, Sultan Musa. Kehadiran perusahaan minyak Belanda, Royal Dutch Petroleum, pada awal abad ke-20 mempercepat eksploitasi dan pengembangan infrastruktur, menjadikan wilayah tersebut pusat pengolahan minyak terbesar di Sumatra. Hasilnya, kesultanan mendapatkan pendapatan signifikan dari royalti, mencapai sekitar US$3.000 per tahun pada masa Sultan Mahmud.
Kemewahan keluarga kesultanan tidak hanya terlihat dari aset fisik, tetapi juga dalam gaya hidup yang meniru budaya kolonial. Pada masa Sultan Aziz (1897–1927), Langkat telah membangun istana megah dan membeli kapal tanker. Di era Sultan Mahmud, gaya hidup semakin modern dengan kepemilikan 13 mobil limosin dan dua kapal pesiar. Kebiasaan makan, pakaian, serta budaya sehari-hari menunjukkan pengaruh kuat terhadap kehidupan Belanda.
Kesenjangan sosial yang melebar antara keluarga kesultanan dan rakyat yang mayoritas hidup dalam keterbatasan menjadi pemicu utama konflik. Sejarawan Anthony Reid mencatat bahwa pada 1931, pendapatan pribadi Sultan Mahmud dari royalti minyak mencapai 472.094 gulden—jauh melampaui pendapatan Sultan Deli dan Serdang yang hanya sekitar sepertiganya. Kemewahan ini dilihat sebagai simbol ketidakadilan, yang kemudian meledak dalam Revolusi Sosial 1946.
Aksi jarah terhadap harta benda keluarga kesultanan menjadi ekspresi perlawanan terhadap sistem tradisional yang dianggap menindas. Kejatuhan Kesultanan Langkat tidak hanya ditandai dengan kerusakan fisik istana, tetapi juga berakhir dengan kematian Sultan Mahmud pada 1948. Sejak itu, kejayaan kesultanan yang pernah menjadi simbol kekayaan dan kekuasaan di Nusantara perlahan sirna, meninggalkan warisan sejarah tentang konflik antara kemewahan dan kesenjangan sosial.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Hakim Batalkan Vonis Kartel Bunga, AFPI Soroti Kepatuhan Regulator
Putusan pengadilan membatalkan dakwaan kartel bunga terhadap platform pinjaman daring, dengan menilai kepatuhan terhadap arahan OJK sebagai dasar operasional yang sah.
24 Oktober 2026

Vila Eks Hitler di Alpen Terbakar, Satu Tersangka Ditahan
Sebuah bangunan bersejarah milik Adolf Hitler di pegunungan Alpen terbakar, dengan satu orang ditangkap dan penyelidikan masih berlangsung.
24 Oktober 2026

Unjuk Rasa Massal Guncang Prancis, 135 Orang Ditangkap
Aksi protes besar-besaran di berbagai kota Prancis menewaskan 135 orang ditangkap, menyusul kemarahan sosial terhadap kebijakan pemerintah dan aksi kongres partai sayap kanan.
24 Oktober 2026

Pimpinan CTIF di Singapura Tekankan Kolaborasi Intelijen Anti-Terorisme
Mayjen TNI Rio Firdianto memimpin rapat CTIF Council di Singapura, perkuat sinergi intelijen sembilan negara hadapi ancaman terorisme sekaligus peringati lima tahun berdirinya fasilitas kolaborasi tersebut.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Gajian Jadi Waktu Tepat, Transmart Gelar Diskon Besar-besaran
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.06 WITA

Pupuk Indonesia Dorong Ketahanan Pangan Lewat Irigasi Berkelanjutan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.06 WITA

Veloz Hybrid Puncaki Penjualan Hybrid di Indonesia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.05 WITA

BYD Atto 1 Kuasai Pasar Mobil Listrik September 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.05 WITA

Kipas Angin Lokal Dominan, Komponen Impor dari China
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.05 WITA

Sepeda Listrik Diskon 50% di Transmart, Mulai Rp3,68 Juta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.05 WITA

LCGC Mulai Tergerus, Industri Tawarkan Solusi Hybrid
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.04 WITA

Teknologi REEV Dorong Hemat BBM 65 Km Per Liter
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.04 WITA

